Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Tragis dialami Leli Kadri (56), warga Desa Suro Muncar, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang. Ia ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Musi, Desa Suro Baru, Sabtu (15/8/2026).
Sebelum kejadian, Leli pergi mencari ikan bersama rekannya, Zainal Abidin (58), warga Desa Suro Baru. Keduanya memang telah lama berencana mencari ikan bersama di Sungai Musi.
Zainal menuturkan, mereka berangkat menuju sungai sekitar pukul 11.00 WIB.
Setibanya di lokasi, keduanya mulai menangkap ikan menggunakan tangguk di bagian sungai yang masih dangkal.
"Awalnya kami sudah lama janji mau tangguk ikan bersama, jadi saya sama almarhum berangkat ke Sungai Musi pada hari Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Zainal, Minggu (16/8/2026).
Saat berada di bagian sungai yang dangkal, keduanya sempat mendapatkan empat ekor ikan.
"Sampai di lokasi kami mulai menangguk ikan di tempat yang agak dangkal, dapat ikan empat ekor," katanya.
Setelah itu, keduanya berpindah lokasi sekitar 200 meter.
Namun, kondisi sungai di bagian tersebut semakin dalam sehingga mereka harus berenang untuk mencapai lokasi yang masih memungkinkan digunakan untuk mencari ikan.
"Saat mulai bergerak ternyata sungai mulai dalam dan kami tak kunjung dapat ikan lagi karena sibuk berenang terus sekitar 200 meter," tutur Zainal.
Baca juga: Warga Ujan Mas Kepahiang Tewas Tenggelam di Sungai Musi saat Mencari Ikan
Karena mulai kelelahan berenang, Zainal kemudian mengajak Leli menghentikan aktivitas dan pulang ke rumah.
"Aku bilang dari pada seperti ini, enak kita pulang saja, karena percuma kalau air sungai dalam kita tidak bisa menangguk ikan," ungkapnya.
Namun, ajakan tersebut beberapa kali ditolak Leli. Korban justru mengajak Zainal mencari lokasi sungai lainnya.
"Sungai itu dalamnya bisa sekitar 4 meter. Saya ajak pulang lagi dia masih belum mau sehingga berenang lagi sekitar 200 meter," jelas Zainal.
Tak lama kemudian, Leli kembali mengajak Zainal menyeberangi sungai.
Namun, Zainal menolak karena menilai kondisi air terlalu dalam dan berbahaya.
"Almarhum mengajak nyebrang tapi saya tidak mau karena bahaya, airnya tenang dan sudah terlalu dalam. Dia coba berenang tetapi tidak sanggup jadi balik lagi ke pinggir, dan mengajak ke Sungai Air Lanang," katanya.
Zainal kembali mengingatkan Leli agar tidak melanjutkan perjalanan karena kondisi sungai yang dalam.
"Aku bilang tidak sanggup ikut, balik saja kita ini lah bahaya dalam. Tapi dia masih berenang sambil menanggung ikan, jadi aku pamit memutuskan untuk pulang ke rumah," ungkapnya.
Zainal mengatakan, dirinya dan Leli terakhir berpisah sekitar pukul 14.40 WIB.
Setelah kembali ke rumah dan makan, Zainal kemudian kembali menuju lokasi sekitar pukul 15.30 WIB untuk mencari keberadaan Leli.
"Berpisah sekitar 14.40 WIB aku balik makan, terus aku guyur lagi ke lokasi mencari almarhum sekitar 15.30 WIB tetapi tidak ketemu," tutur Zainal.
Karena Leli tidak kunjung ditemukan, Zainal mendatangi rumah korban untuk memastikan apakah Leli sudah pulang.
Namun, istri korban mengatakan Leli belum kembali ke rumah.
"Saya ke rumahnya nanya ke istrinya ternyata belum pulang, jadi ramai lah kami mencarinya," jelas Zainal.
Pencarian kemudian dilakukan bersama warga hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB, Leli ditemukan di sekitar lokasi terakhir dirinya dan Zainal berpisah.
"Ketemu sekitar jam 19.00 WIB di tempat kami terakhir berpisah dan sudah meninggal dunia," pungkas Zainal.
Jenazah Leli kemudian dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.