Warga Protes Pemasangan Pagar Besi di Exit Tol Banyurejo Sleman, Khawatir UMKM Kian Terpinggirkan
Muhammad Fatoni August 16, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan warga di Jalan Tempel-Dekso, Banyurejo, Kabupaten Sleman menyuarakan aspirasinya di tengah proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo, tepatnya di Exit Tol Banyurejo, Minggu (16/8/2026).

Para warga juga membentangkan poster dan spanduk berisikan kekecewaan karena merasa dirugikan atas pemasangan pagar besi di Exit tol tersebut.

Koordinator Forum Warga Terdampak Exit Tol Banyurejo, Agus Wintolo, mengatakan pemasangan pagar besi jalan provinsi ruas Tempel-Exit Tol Banyurejo dinilai merugikan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitaran jalan tersebut.

Menurutnya, upaya pemasangan pagar di ruas jalan tersebut tidak sesusai dengan harapan pemangku kebijakan di wilayah DIY.

“Pasalnya saat Ngarso Dalem HB X menyatakan sikap bahwa jalan di DIY jangan mematikan UMKM, jalan tol wajib menyediakan lokasi untuk UMKM dan gratis,” terang Agus.

Baca juga: Perubahan Strategi Tol Jogja-Bawen, Ada Percepatan dari Maguwoharjo Menuju Jombor

Agus menegaskan, sesuai dengan arahan tersebut maka sudah sepatutnya tanah mereka yang digunakan untuk tol dan menghadap jalan provinsi dapat menjadi tempat usaha

“Hal itu juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Tata Ruang bahwa nanti masyarakat yang tanah digunakan untuk tol yang menghadap jalan provinsi dapat menjadi tempat usaha dan menjadi lahan kuning,” tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.