TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Keluarga korban masih menunggu proses penanganan jasad pelajar hanyut di Sungai Batang Arau di depan ruangan forensik dan pentitipan jenazah RSUP M Djamil Padang, Minggu (18/6/2026).
Diketahui, jasad pelajar hanyut di Sungai Batang Arau pada Jumat (14/8/2026) sore lalu, ditemukan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, pada Minggu (18/6/2026) pagi.
Setelah dievakuasi tim SAR gabungan, jasad korban dibawa menggunakan ambulans ke RSUP M Djamil Padang.
Baca juga: Jasad Pelajar Hanyut di Sungai Batang Arau Ditemukan ±8.8 NM dari Titik Hilang
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 11.09 WIB, tampak pihan keluarga sudah menunggu di depan ruangan forensik, di samping ruang penitipan jenzah RSUP M Djamil Padang.
Kurang lebih sekitar tujuh anggota keluarga pelajar yang bernama Josua tersebut, tampak duduk di kursi tunggu dengan sorot mata jauh.
Khusus kedua orang tua korban, terlihat raut wajah murung dan mata sembab menunggu anaknya selesai ditangani.
Ibu korban, Ayu terlihat tengah berbincang dengan salah satu petugas Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang di bagian lorong antara ruang forensik dengan penitipan jenazah.
Sedangkan di bagian ruang penitipan jenazah, tampak satu peti mayat berwarna putih dengan corak kuning emas dengan logo salib di bagian ujungnya.
Akan tetapi, jenazah korban belum terlihat di dalamnya, lantaran masih berada di ruangan forensik RSUP M Djamil Padang.
Selain keluarga, di lokasi juga terlihat pihak SMP Murni, tiga KSB Padang hingga petugas dari PMI yang menunggu di ambulans.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunPadang.com dari pihak di lokasi, setelah proses penanganan dan administrasi selesai, jenazah korban akan dibawa ke rumah untuk disemayamkan.
Hingga pukul 12.36 WIB, pihak keluarga korban masih terus berdatangan di lokasi, kurang lebih hingga 15 orang.
Akan tetapi, jenazah korban masih berada di ruangan forensik, dan pihak keluarga terus menunggu.
Baca juga: Pelajar Hanyut Ditemukan Nelayan Bungus, Bermula Saat Berenang di Batang Arau Saat Hujan Lebat
Kantor SAR (Basarnas) Padang menjelaskan lokasi penemuan jasad korban hanyut di Sungai Batang Arau bisa sampai di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Minggu (16/8/2026) pagi.
Komandan Tim (Dantim) pencarian Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan laporan korban hanyut sebelumnya berlokasi di Sungai Batang Arau pada Jumat (14/8/2026) sore.
Akan tetapi, setelah tiga hari pencarian oleh Basarnas dan tim gabungan, jasad korban ditemukan nelayan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung.
"Penemuan jasadnya setelah tiga hari pencarian cukup jauh, awalnya dilaporkan hanyut di Sungai Batang Arau, ditemukan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung," ucapnya saat dikonfirmasi.
Ia lantas mengungkap alasan jasad korban bisa ditemukan cukup jauh dari titik awal hanyut, lantaran dipicu arus deras yang mengarah ke selatan.
Pasalnya kata dia, berdasarkan informasi dari BMKG, perkiraan cuaca hujan lebat, debit air tinggi dan arus deras saat korban hanyut di Sungai Batang Arau.
"Jadi, mengamati informasi dari perkiraan cuaca saat kejadian, debit air yang cukup tinggi ditambah arah arus mengarah ke selatan (posisi ke Pulau Sinyaru) makanya korban bisa sampai di sana," terangnya.
Menurutnya, korban atas nama Josua ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan MD pada koordinat 1°4'48"S-100°16'19"T dengan jarak ±8.8 NM dari LKP (last know posision).
Usai ditemukan, korban langsung di evakuasi dari lokasi ditemukan ke posko SAR, Muara Padang dan dibawa dengan ambulance menuju RSUP MDjamil Padang.
"Berdasarkan data, korban ditemukan pada koordinat 1°4'48"S-100°16'19"T dengan jarak ±8.8 NM dari LKP (last know posision)," tambahnya
Kantor SAR (Basarnas) Padang menyebut sosok mayat diduga korban hanyut saat berenang di Sungai Batau Arau, ditemukan pertama kali oleh nelayan di Pulau Sinyaru, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Minggu (16/8/2026).
Laporan tersebut masuk ke pihaknya, dan langsung menerjunkan tim dengan satu perahu karet ke lokasi.
Komandan Tim (Dantim) pencarian Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan bahwa usai pihaknya menerima laporan, tim langsung mengevakuasi korban.
Saat di lokasi, jasad korban mengambang di lautan dan ditarik ke perahu karet. Setelah itu, petugas memasukan ke kantong jenazah.
"Informasi awalnya ditemukan oleh nelayan yang sedang melakukan siaran langsung di akun media sosial TikTok, tim langsung mengevakuasi korban," ucapnya saat dikonfirmasi di lapangan.
Kata dia, jenazah korban langsung dibawa ke Posko SAR di Muara Padang. Setelah sampai di tempat tujuan, ambulans milik RSUP M Djamil Padang sudah menunggu.
Tak berlangsung lama, jenazah korban langsung dibawa ke RSUP M Djamil Padang untuk penanganan lebih lanjut.
"Jadi dari Pulau Sinyaru, Bungus kita bawa ke Muara Padang atau Posko SAR, satu ambulans sebelumnya sudah menunggu, setelah sampai langsung dibawa ke RSUO M Djamil," tambahnya.
Tim SAR gabungan menemukan sosok jenazah korban dalam operasi pencarian hari ketiga (H3) dengan kondisi meninggal dunia (MD), Minggu (16/8/2026) pagi.
Dantim Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan pencarian dimulai sekitar pukul 06.48 WIB dengan briefing dan persiapan tim.
Kemudian, pada pukul 07.00 WIB, tim bergerak melakukan pencarian di laut ke arah selatan menggunakan LCR, RIB dan PAL SAR Air.
"Pada pukul 08.00 WIB, tim menemukan sosok korban dalam kondisi meninggal dunia di Pulau Sinyaru pada koordinat 01°04'48" S - 100°16'19"E," kata Riko saat ditemui di Muara Padang.
Pada pukul 08.25 WIB, sosok jenazah telah dimasukkan ke dalam bodybag dan tiba di Dermaga Posko SAR.
Selanjutnya, pukul 08.35 WIB, jenazah yang telah berada di dalam bodybag dibawa ke RSUP M Djamil menggunakan ambulans.
"Bodybag tiba di RSUP M Djamil pada pukul 08.45 WIB," ujarnya.
Riko menyebutkan, dari ciri-ciri yang ditemukan, korban berjenis kelamin laki-laki.
Wajah korban sedikit sulit dikenali lantaran mengalami pembengkakan. Akan tetapi, korban yang ditemukan mengenakan pakaian olahraga bertuliskan SMP Murni.
"Kami menduga kuat adalah anak yang hanyut di Sungai Batang Arau, dari ciri-ciri yang ditemukan. Namun lebih pastinya, setelah pengecekan dari RSUP M Djamil nantinya," tegasnya.
Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 08.40 WIB operasi SAR dilakukan briefing dan diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur operasi SAR gabungan yang terlibat.
Seluruh unsur kemudian kembali ke kesatuan masing-masing. Hasil operasi SAR Muara hari ketiga dinyatakan MD (meninggal dunia).
Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat yakni Rescue SAR Padang sebanyak lima orang, Rescue SAR Muara empat orang, Potensi satu orang, Airud enam orang, BPBD Padang enam orang, Satrol dua orang, RRI Padang satu orang sebagai reportr, Brimobda enam orang, KSB 12 orang, TNI empat orang, serta Potensi M Djamil satu orang.
Sementara alat utama yang digunakan yakni satu LCR SAR, satu LCR BPBD Padang, satu LCR Airud, satu RIB SAR dalam kondisi standby on go, satu LCR Brimob dan satu ambulans RSUP M Djamil.