Refleksi Kemerdekaan di Tugu Proklamasi: Momen Srikandi Merah Putih dan Veteran Kenang Jasa Pahlawan
Rr Dewi Kartika H August 16, 2026 02:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Suasana malam di kawasan bersejarah Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, mendadak syahdu dan penuh khidmat pada Sabtu (15/8/2026) malam.

Di lokasi yang menjadi saksi bisu pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut, ratusan anggota Srikandi Laskar Merah Putih (LMP) berkumpul menggelar kegiatan Refleksi Merah Putih bertajuk "Srikandi Indonesia: Menjaga Nyala Merawat Bangsa" untuk memperingati HUT ke-81 RI.

Dipilihnya Tugu Proklamasi sebagai lokasi acara memperkuat nilai simbolis pertemuan lintas generasi antara para Srikandi Veteran pejuang kemerdekaan dan generasi penerus bangsa.

Hadir dalam momentum tersebut Ketua Srikandi LMP Karina Icha, Ketua Dewan Pembina Srikandi LMP sekaligus anggota DPD RI Maya Rumantir, perwakilan Srikandi Veteran, serta ratusan kader Srikandi LMP.

Ketua Srikandi LMP, Karina Icha, menyampaikan refleksi di ruang bersejarah ini merupakan bentuk penghormatan nyata terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya.

"Refleksi ini kami persembahkan sebagai ungkapan terima kasih kepada para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi tegaknya Indonesia. 

Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Pembentukan Komunitas Penyintas Stroke di Jakarta Bawa Semangat Kemerdekaan

Semangat mereka harus terus hidup di hati generasi penerus," ujar Karina di Tugu Proklamasi.

Karina menekankan, jejak perjuangan perempuan Indonesia tercatat kuat dalam sejarah bangsa. 

Melalui momen di Tugu Proklamasi ini, ia mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk meneruskan estafet perjuangan melalui pengabdian, integritas, dan kepedulian sosial.

"Kami Srikandi Laskar Merah Putih ingin menunjukkan komitmen untuk tetap hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat rasa cinta Tanah Air," jelasnya.

Sementara itu, Dewan Penasihat Srikandi LMP, Maya Rumantir, menuturkan nilai historis Tugu Proklamasi harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menjaga persatuan.

"Semangat para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam membangun Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas," kata Maya.

Momen haru mewarnai Tugu Proklamasi saat Murtinah S, perwakilan Srikandi Veteran yang merupakan penerjun wanita pada Peristiwa Konfrontasi Indonesia-Malaysia 1964, membagikan pengalamannya. 

Meski telah berusia di atas 80 tahun, gairah nasionalismenya tetap menyala.

"Usia kami rata-rata sudah di atas 80 tahun. Kami berharap anak-anak muda terus melanjutkan perjuangan agar Indonesia semakin maju," ucap Murtinah.

Rangkaian acara di arena Tugu Proklamasi tersebut diakhiri dengan prosesi penyalaan obor penghormatan kepada para veteran sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.