TRIBUNNEWS.COM – Thailand menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa di Piala AFF 2026. Kehilangan 18 pemain utama ternyata tidak membuat Gajah Perang kehilangan taring. Mereka justru mampu meraih lima kemenangan beruntun dan kini tinggal selangkah lagi menuju final.
Thailand baru saja membawa pulang kemenangan penting dari markas Singapura. Bertanding di Stadion Jalan Besar pada Jumat (15/8), mereka menang 3-1 pada leg pertama semifinal.
Hasil tersebut membuat Thailand berada di posisi yang sangat menguntungkan. Gajah Perang hanya membutuhkan hasil imbang atau menghindari kekalahan dengan selisih lebih dari satu gol pada leg kedua untuk memastikan tiket ke final.
Leg kedua akan digelar di kandang Thailand pada Selasa (18/8). Dengan dukungan publik sendiri dan keunggulan agregat, Thailand tentu berada dalam posisi yang jauh lebih difavoritkan.
Apalagi, mereka memiliki rekor luar biasa saat menghadapi Singapura. Thailand selalu menang dalam 11 pertemuan terakhir melawan The Lions.
Namun, yang membuat pencapaian Thailand kali ini semakin menarik bukan sekadar hasil pertandingan.
Mereka melakukannya dengan skuad yang jauh dari komposisi terbaik.
Kehilangan 18 Pemain Utama
Thailand harus menjalani Piala AFF 2026 tanpa 18 pemain yang tidak dilepas klub masing-masing.
Daftar tersebut bahkan berisi banyak nama yang selama ini menjadi tulang punggung Gajah Perang, seperti Chanathip Songkrasin, Supachok Sarachat, Suphanat Mueanta, Supachai Chaided, Nicholas Mickelson, Theerathon Bunmathan, hingga Elias Dolah.
Berikut 18 pemain yang tidak tersedia:
Baca juga: Fakta Hasil Semifinal Piala AFF 2026: Thailand Hajar Singapura 3-1, Cuma Kuasai Bola 28 Persen
Kehilangan 18 pemain sekaligus seharusnya menjadi pukulan telak bagi tim nasional mana pun.
Namun Thailand justru menunjukkan hal berbeda.
Mereka tetap mampu bermain kompetitif, meraih hasil maksimal, dan sekarang sudah mengantongi lima kemenangan berturut-turut di Piala AFF 2026.
Menariknya lagi, Singapura yang baru saja mereka kalahkan merupakan tim yang sebelumnya mampu menahan Timnas Indonesia.
Media Vietnam Ikut Memuji Thailand
Kedalaman skuad Thailand bahkan mendapat perhatian dari media Vietnam, TheThao247.
Media tersebut menilai Thailand mampu menunjukkan kualitas tanpa harus bergantung pada banyak pemain naturalisasi seperti yang dilakukan sejumlah negara Asia Tenggara.
"Tanpa bergantung pada gelombang naturalisasi seperti Vietnam atau Indonesia, Thailand tetap menunjukkan mereka punya skuad berkualitas tinggi," tulis TheThao247.
Pujian tersebut tentu menjadi gambaran menarik mengenai kekuatan Thailand di turnamen kali ini.
Jika Indonesia harus kehilangan sejumlah pemain utama, termasuk beberapa pemain naturalisasi, Thailand menghadapi persoalan yang jauh lebih besar dengan absennya 18 pemain sekaligus.
Namun, hasil yang mereka dapatkan justru tetap maksimal.
Meski demikian, Timnas Indonesia sebenarnya tetap diperkuat oleh pemain naturalisasi di Piala AFF 2026.
Tercatat, Skuad Garuda memiliki setidaknya 11 pemain naturalisasi seperti:
Sayangnya, Timnas Indonesia justru tak mampu lolos ke babak semifinal setelah finis di posisi ketiga Grup A.
Bukti Regenerasi Thailand Berjalan
Performa Thailand di Piala AFF 2026 menjadi bukti bahwa kekuatan mereka tidak hanya bertumpu pada beberapa pemain bintang.
Sebelumnya, Thailand sempat mendapat kritik karena dianggap terlalu bergantung kepada pemain senior. Sejumlah pemain penting mereka juga sudah memasuki usia kepala tiga sehingga muncul pertanyaan mengenai regenerasi Gajah Perang.
Akan tetapi, turnamen kali ini memberikan jawaban berbeda.
Ketika 18 pemain utama tidak tersedia, pemain-pemain lain mampu mengambil alih peran tersebut tanpa membuat level permainan Thailand jatuh secara drastis.
Situasi ini menunjukkan bahwa kompetisi domestik dan sistem pembinaan Thailand terus menghasilkan pemain yang siap naik ke level tim nasional.
Kekuatan Gajah Perang akhirnya tidak hanya berada pada Chanathip, Supachok, Theerathon, atau nama besar lainnya.
Mereka memiliki lapisan pemain yang cukup dalam untuk menjaga kualitas tim nasional ketika generasi utama tidak tersedia.
Dan inilah yang membuat Thailand begitu berbahaya.
Kehilangan hampir satu skuad penuh, tetapi tetap menang lima kali beruntun.
Thailand kini membuktikan bahwa kekuatan sebuah tim nasional bukan hanya tentang memiliki 11 pemain terbaik, melainkan tentang seberapa banyak pemain berkualitas yang bisa disiapkan ketika para bintang tidak tersedia.
(Tribunnews.com/Ali)