BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lapas Kelas IIA Pangkalpinang terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional melalui keberlanjutan Program Kelurahan Binaan yang telah diinisiasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peninjauan lahan cetak sawah seluas 8 hektare yang kini, memasuki proses pembersihan dan pengolahan tanah di Kelurahan Tuatunu Indah.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan mengatakan rangkaian program kelurahan binaan, terus dikembangkan secara bertahap sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat Tuatunu.
"Setelah demplot kompos FABA, pelatihan olahan nanas, penyerahan rumah layak huni, dan penanaman hortikultura, program kini dilanjutkan melalui cetak sawah untuk mengoptimalkan lahan dan memperkuat ketahanan pangan," ujar Sugeng Indrawan, Minggu (16/8/2026).
Sugeng mengatakan produk olahan nanas, berupa dodol, telah dipasarkan ke Jawa Barat. Pelepasan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Pangkalpinang bersama Forkopimda, di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Tuatunu.
“Program Kelurahan Binaan kami kembangkan secara berkelanjutan, dan tidak terbatas pada satu sektor. Cetak sawah ini menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan lahan, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat," ucapnya.
Lebih lanjut Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bangka Belitung, Ade Agustina menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi Lapas Pangkalpinang dan pemerintah daerah, dalam menghadirkan program ketahanan pangan yang berdampak bagi masyarakat.
“Kami mendukung kolaborasi ini dalam mewujudkan, ketahanan pangan yang memberikan manfaat nyata untuk masyarakat. Semoga kerja sama yang telah terjalin, dapat terus diperkuat,” tutur Ade.
Lurah Tuatunu Indah, Iwan Bernadi mengapresiasi konsistensi Lapas Pangkalpinang dalam menjalankan Program Kelurahan Binaan.
“Kami mengapresiasi pendampingan Lapas Pangkalpinang, yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat Tuatunu. Semoga sinergi ini terus berjalan, serta semakin banyak potensi yang dapat dikembangkan.
Melalui Program Kelurahan Binaan, cetak sawah diharapkan dapat segera direalisasikan secara bertahap sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tuatunu," ungkapnya Iwan Bernadi.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)