Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, dr. Retno Erawati Wulandari mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai penyakit.
Menurut Retno, program tersebut penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sejak dini, termasuk kesehatan anak-anak di Kota Solo.
Ia menyebut capaian Cek Kesehatan Gratis di Kota Solo Jawa Tengah saat ini sudah cukup tinggi. Secara keseluruhan, cakupan program tersebut telah mencapai lebih dari 50 persen.
Sementara khusus untuk anak sekolah, capaian CKG di Kota Solo bahkan telah melampaui 70 persen.
Baca juga: Innalillahi, TKI Asal Gayamdompo Karanganyar Tewas Tenggelam Saat Rekreasi di Sungai Jepang
“Cek Kesehatan Gratis total di Surakarta di atas 50 persen. Untuk anak sekolah Kota Surakarta termasuk yang sudah memenuhi target di atas 70 persen,” kata Retno.
Menurutnya, data hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengetahui gambaran kesehatan anak-anak di Kota Solo.
“Ini menjadi data dasar untuk mengetahui kesehatan anak di Kota Surakarta,” jelasnya.
Retno berharap masyarakat tidak menunggu sampai muncul keluhan atau gejala penyakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
Dengan mengikuti pemeriksaan secara gratis, berbagai gangguan kesehatan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan maupun pencegahan bisa segera dilakukan.
Selain mendorong masyarakat mengikuti CKG, Dinkes Solo juga terus melakukan upaya pencegahan penyakit sejak usia sekolah.
Salah satu perhatian yang masih menjadi pekerjaan rumah yakni anemia pada anak sekolah, khususnya remaja putri.
Retno mengakui masih ditemukan anak sekolah yang mengalami anemia. Bahkan, ada sejumlah anak yang enggan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) yang diberikan secara gratis oleh pemerintah.
“Kita tidak memungkiri ada satu dua anak yang tidak diminum karena mungkin amis. Mungkin agak ada rasa besinya tapi itu tidak mengganggu. Padahal manfaatnya lebih tinggi,” ungkapnya.
Baca juga: Meriahnya Perayaan HUT ke-81 RI di Klaten, Warga Ngreden Kompak Ramaikan Lomba 17-an!
Ia menjelaskan anemia perlu diwaspadai karena jika dialami remaja putri dan tidak ditangani hingga dewasa, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak yang dilahirkan kelak.
Karena itu, pencegahan stunting menurutnya harus dimulai sejak dini, termasuk dengan memastikan remaja putri memiliki kondisi kesehatan dan gizi yang baik sebelum memasuki masa kehamilan.
“Supaya anak remaja putri tidak anemia. Sehingga mereka bisa menjadi ibu yang sehat. Pada saat mereka hamil atau melahirkan menjadi ibu yang sehat sehingga melahirkan anak yang sehat,” tuturnya.
Dinkes Solo pun terus mendorong penerapan pola hidup sehat dan gizi seimbang melalui berbagai program di lingkungan sekolah.
Salah satunya melalui program Aksi Bergizi Serentak yang turut diisi dengan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.
Pemberian tablet tersebut dilakukan dengan pendampingan petugas dan guru agar konsumsi TTD benar-benar dilakukan oleh para siswi.
“Sebenarnya salah satu program aksi bergizi serentak pemberian tablet FE. Kita berikan cuma pada saat itu petugas ada di situ harapannya memastikan mereka benar-benar meminum dibantu oleh guru,” jelasnya.
Retno berharap berbagai upaya tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjaga kesehatan sejak dini.
Di sisi lain, ia kembali mengajak masyarakat memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis.
Baca juga: Momen Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Sukoharjo Tahun 2026
Pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi salah satu cara masyarakat mengenali kondisi tubuh lebih awal sehingga penyakit dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Dengan semakin banyak masyarakat yang mengikuti pemeriksaan, pemerintah juga memiliki data kesehatan yang lebih baik sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan dan pelayanan kesehatan di Kota Solo.
(*)