Temukan Jeriken di Mobil, Polres Pelalawan Dalami Pelangsir BBM Penyebab SPBU Lubuk Terap Terbakar
Muhammad Ridho August 16, 2026 03:20 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Dugaan mobil pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang menyebabkan kebakaran di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan pada Jumat (14/8/2026) lalu sedang didalami Polres Pelalawan. 

Tim dari Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan melakukan pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke SPBU Lubuk Terap pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Untuk mengumpulkan bahan dan keterangan serta bukti-bukti dari lapangan. Penyidik juga telah meminta keterangan para pihak yang melihat langsung kebakaran melanda SPBU Lubuk Terap yang disebakan sebuah mobil sedang mengisi BBM jenis pertalite. 

"Para petugas SPBU sudah kita periksa perihal kebakaran yang diduga akibat aktivitas pelangsir BBM," kata Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi melalui Kanit ll Tipidter Iptu Asbon Mairizal kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (16/8/2026).

Ia menyebutkan petugas SPBU dengan nomor 14.284.633 itu melayani mobil jenis Daihatsu Terrios warna hitam sebelum terjadi kebakaran. Setelah mengisi pertalite dan pembayaran dilakukan oleh sopir yang disebut bernama Ari, terjadi ledakan dari dalam mobil saat mesin dinyalakan. Hal itulah yang memicu kebakaran menghanguskan minibus tersebut dan dua pompa serta bangunan SPBU Lubuk Terap. 

"Pihak SPBU berencana membuat laporan polisi juga, karena mereka dirugikan dalam kejadian ini," papar iptu Asbon Mairizal 

Kanit Asbon membenarkan ada rangka bekas jeriken ditemukan dalam bangkai mobil yang terbakar saat pihaknya memeriksa minibus yang hangus itu. Tangki kendaraan memang tidak dimodifikasi, tetapi ada perubahan interior terrios itu. Dimana kursi pada barisan kedua dan ketiga dicopot, terdapat jeriken yang diduga berisi BBM subsidi. 

Baca juga: Minibus Penyebab Kebakaran SPBU Pelalawan Dicurigai Pelangsir BBM Subsidi, Ini Kata Polres

Baca juga: Pascakebakaran, Pertamina Pastikan Kondisi SPBU di Pelalawan Terkendali, Pelayanan Tetap Berjalan

Penyidik juga telah mencari keberadaan pemilik mobil yang disebut bernama Ari. Pria itu kabur dari lokasi sesaat setelah mobilnya terbakar hingga melalap SPBU yang dikelola PT Patra Riau Mandi itu. Polisi mendapatkan alamat rumah yang ditempati Ari dan mendatanginya secara langsung. Namun pria misterius itu tak ada lagi di rumah tersebut, termasuk keluarganya.

"Keterangan dari tetangga dan perangkat setempat, si Ari ini sudah kabur membawa anak dan istrinya ke luar daerah setelah kejadian," tambah Asbon. 

Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran SPBU Lubuk Terap yang diduga disebabkan mobil pelangsir BBM subsidi jenis biosolar.  

Sampai saat ini masyarakat menunggu hasil penyelidikan dan kesimpulan sementara dari Polres Pelalawan mengenai dugaan penyeludupan BBM subsidi oleh mobil penyebab kebakaran SPBU Lubuk Terap. Praktik culas oleh oknum-oknum yang mencari keunggulan itu sangat miris di tengah masyarakat kesulitan mendapatkan BBM subsidi di Pelalawan dan harus mengantri berjam-jam maupun berhari-hari.

Api menghanguskan satu unit mobil dan dua pompa milik SPBU Lubuk Terap. SPBU dengan nomor 14283624 dikelola oleh PT Patra Riau Mandiri yang beroperasi di Jalintim Desa Lubuk Terap, Pelalawan. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan korban luka. 

Sedangkan Pemilik Mobil jenis Daihatsu Terrios warna hitam itu bernama Ari. Ia menderita luka bakar di bahu sebelah kanan. Diduga Ari kabur dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mobilnya terbakar dan melalap SPBU, usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).

" Informasi yang didapat bahwa pemilik mobil Daihatsu Terios bernama Ari dan mengalami luka bakar di bahu kanan. Tapi belum di ketahui keberadaannya," papar Kasi Humas Polres Pelalawan, AKP Thomas Bernandes Siahaan kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan hasil pengecekan TKP dan pemeriksaan saksi-saksi di lapangan oleh personil Polsek Bunut, peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 10.50 wib. Saat itu petugas pengisian SPBU Lubuk Terap yang bekerja yakni Indah Permatasari (21) pada pompa 2 dan Fitri Dwiyanti (20) bertugas di Pompa 1. 

Kemudian mobil Terrios warna hitam yang dikemudikan Ari datang ke SPBU mengisi BBM di pompa 2 yang melayani pertalite, dexlite, dan bio solar. Kemudian saksi Indah mengisi minyak pertalite ke dalam tangki minibus tersebut. Namun posisi lubang tangki berlawanan dgn pompa pengisian.

"Saat pengisian BBM mesin mobil dimatikan. Oleh saksi terpantau pengemudinya sedang telepon video call," lanjut Thomas Bernandes. 

Proses pengisian BBM selesai setelah 32 liter pertalite masuk ke tangki mobil Ari. Tutup tangki BBM ditutup petugas dilanjutkan dengan pembayaran sebanyak Rp 320 ribu. Kemudian pengemudi menghidupkan mesin mobil dan saat itu langsung bunyi ledakan.

"Asap keluar dari posisi kemudi dan kaca pintu sopir pecah. Pada saat itu petugas pengisian berlari menyelamatkan diri,dan mobil itu mulai terbakar," katanya.

Lantaran posisi mobil terparkir di pompa 2 dengan cepat api menjalar ke pompa 2 dan pompa 1. Melihat api muncul petugas yg lain berusaha memadamkan api. Tak lama kemudian mobil dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Pangkalan Kuras dan PT Serikat Putra tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Api dapat dipadamkan sekitar jam 11.45 wib. 

Kapolsek Bunut AKP Markus Timbul Sinaga bersama Kanit Reskrim Ipda Andrinal serta personil lainnya datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan TKP. Selanjutnya personil menunggu team Inafis Polres Pelalawan untuk melanjutkan pengecekan dan menyelidiki penyebab kebakaran. 

Fakta-fakta yang ditemukan polisi di lapangan bahwa petugas pengisian melihat pengemudi mobil Terios sedang menggunakan HP pada saat pengisian BBM. Identitas pemilik mobil bernama ARI dan mengalami luka bakar di bahu kanan, tapi belum di ketahui keberadaannya.

Selanjutnya, pompa 1 SPBU Lubuk Terap untuk pengisian Pertamax dan Pertalite. Sedangkan Pompa 2 untuk pengisian pertalite, dexlite, dan bio solar. Kerugian timbul atas 2 buah pompa pengisian dan 1 unit mobil daihatsu Terios yang hangus dilalap api.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.