Iran Peringatkan Prancis soal Dugaan Campur Tangan Diplomatnya
Khairisa Ferida August 16, 2026 03:30 PM

Liputan6.com, Teheran - Kementerian Intelijen Iran memperingatkan pemerintah Prancis agar tidak membiarkan diplomatnya terlibat dalam kegiatan ilegal dan campur tangan di Iran.

Teheran menegaskan akan mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab jika kegiatan serupa kembali terjadi.

Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (15/8/2026) seperti dilaporkan kantor berita Iran, IRNA, kementerian mengatakan aparat Iran menemukan dua diplomat Prancis di sebuah lokasi yang digunakan untuk menggelar pertemuan secara rahasia. Kementerian menyebut keberadaan kedua diplomat di lokasi tersebut melanggar hukum Iran.

Keduanya ditemukan ketika aparat tengah menyelidiki kasus besar dugaan infiltrasi dan campur tangan asing sekaligus menjalankan perintah pengadilan untuk menangkap dua tersangka.

Kedua diplomat tersebut, menurut kementerian, memiliki catatan panjang pelanggaran dan tindakan yang dinilai bertentangan dengan hukum Iran serta kewajiban mereka sebagai diplomat.

Setelah identitas keduanya dipastikan, temuan tersebut dilaporkan kepada Kementerian Luar Negeri Iran. Kedua diplomat kemudian diserahkan kepada Duta Besar Prancis untuk Iran dengan disaksikan polisi diplomatik.

Kementerian Intelijen Iran mengatakan penyelidikan terhadap para tersangka serta pemeriksaan dokumen dan barang bukti yang disita dari lokasi pertemuan masih berlangsung. Di tengah proses tersebut, Prancis disebut melancarkan kampanye media untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran yang dituduhkan Iran kepada pihak Prancis.

Menurut kementerian, pemeriksaan awal terhadap dokumen yang disita mengungkap adanya proyek yang lebih luas terkait infiltrasi dan campur tangan asing.

Proyek tersebut disebut mencakup upaya mengidentifikasi sejumlah orang, menjalin kontak secara diam-diam di dalam maupun di luar Iran, serta membangun jaringan dengan orang-orang yang menjadi perhatian pihak asing. Seluruh kegiatan itu disebut dilakukan secara rahasia.

Kementerian juga menyatakan sejumlah kontrak yang ditemukan dalam penyelidikan tersebut memuat tanda tangan mantan Duta Besar Prancis untuk Iran.

Atas temuan itu, kementerian meminta pemerintah Prancis bertanggung jawab atas kegiatan yang dinilai ilegal dan mencampuri urusan dalam negeri Iran, sekaligus memberikan penjelasan mengenai proyek tersebut.

Menurut kementerian, proyek itu merupakan bentuk nyata campur tangan dalam urusan dalam negeri Iran, terutama dalam situasi perang. Kementerian menyebut kegiatan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum Iran dan norma diplomatik.

Kementerian Intelijen Iran kembali menegaskan tidak akan membiarkan diplomat asing melakukan kegiatan ilegal maupun mencampuri urusan dalam negeri negara itu.

Jika tindakan serupa kembali terjadi, kementerian memperingatkan bahwa pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi respons yang sesuai.

Laporan media Iran tidak mencantumkan rincian waktu terkait peristiwa ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.