TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.636 pada Minggu (16/8/2026), dengan pertempuran masih berlangsung di sejumlah garis depan.
Upaya diplomatik antara Moskow dan Kyiv juga belum menunjukkan terobosan berarti, meski komunikasi kedua pihak tetap berjalan.
Di tengah konflik yang belum berakhir, pasukan Rusia melancarkan serangan rudal ke Kyiv pada Minggu (16/8/2026) pagi, memicu kebakaran di sedikitnya dua distrik dan melukai satu orang.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan, reruntuhan serangan memicu kebakaran di kawasan nonperumahan di bagian utara dan selatan pusat kota.
Invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022 setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukannya memasuki wilayah Ukraina.
Namun, konflik kedua negara telah berlangsung sejak sebelumnya, terutama setelah Rusia mencaplok Semenanjung Krimea pada 2014 dan pertempuran pecah di Donbas.
Memasuki tahun kelima perang, peluang tercapainya kesepakatan damai masih belum jelas.
Moskow dan Kyiv masih berselisih mengenai wilayah yang diduduki Rusia, jaminan keamanan bagi Ukraina, serta keberlanjutan bantuan militer dari negara-negara Barat.
Berikut perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina pada hari ke-1.636:
Pasukan Rusia melancarkan serangan rudal ke Kyiv pada Minggu (16/8/2026) pagi.
Baca juga: 598 Drone Ukraina Ditembak Jatuh Rusia: Infrastruktur Militer di Tiga Pelabuhan Digempur
Serangan tersebut memicu kebakaran di sedikitnya dua distrik ibu kota Ukraina.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko mengatakan serangan itu menyebabkan satu orang terluka.
Saksi mata melaporkan ledakan terdengar di kota tersebut setelah peringatan udara berbunyi sekitar pukul 02.00.
Klitschko mengatakan reruntuhan yang berjatuhan memicu kebakaran di kawasan nonperumahan di pinggiran utara ibu kota Ukraina.
Beberapa mobil ikut terbakar dalam insiden tersebut.
Kebakaran lainnya terjadi di kawasan tepat di sebelah selatan pusat kota.
Saluran Telegram tidak resmi juga mengunggah foto yang disebut menunjukkan kios pasar terbakar.
Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia meningkatkan serangan udara terhadap Kyiv dan sejumlah kota Ukraina lainnya.
Ukraina mengatakan serangan jarak jauhnya menghantam lapangan terbang militer Rusia dan pusat roket yang mendukung pengembangan jaringan internet satelit Rusia.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu (15/8/2026) mengatakan rudal jelajah Flamingo menghantam fasilitas roket tersebut.
Fasilitas itu berada sekitar 900 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Zelenskyy mengatakan serangan tersebut merupakan bagian dari kampanye Kyiv untuk menekan Moskow agar mengakhiri perang.
Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Dua Fregat Rusia Setelah Serangan Ukraina di Novorossiysk
“Penting agar potensi perang Rusia dikurangi. Perdamaian dibutuhkan, dan ini harus terlihat di Rusia – melalui kerusakan nyata pada fasilitas-fasilitas tertentu,” tulis Zelenskyy di X.
Dia mengatakan lapangan terbang tersebut menampung pesawat yang digunakan Rusia untuk menyerang Ukraina.
Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan serangan langsung menghantam lapangan terbang di wilayah Nizhny Novgorod Rusia dan pusat roket Progress di wilayah Samara.
Serangan tersebut memicu kebakaran di kedua lokasi.
Pabrik Progress memproduksi roket yang digunakan untuk meluncurkan satelit bagi jaringan broadband Rassvet.
Jaringan tersebut sedang dikembangkan Rusia sebagai alternatif untuk Starlink milik SpaceX.
Starlink beroperasi di Ukraina tetapi tidak di Rusia.
Kondisi tersebut memberikan Kyiv keuntungan dalam operasi drone dan komunikasi medan perang.
Pejabat di wilayah Samara mengatakan pertahanan udara Rusia telah menangkis “serangan rudal besar-besaran”.
“Infrastruktur industri Samara mengalami kerusakan lokal,” kata Ivan Noskov, kepala ibu kota regional, dalam unggahan daring.
Layanan darurat sedang bekerja di lokasi kejadian.
Rusia meminta Washington dan Ankara menjelaskan laporan tentang kemungkinan rencana transfer persediaan senjata dan amunisi AS dalam jumlah besar yang dimiliki Turki ke Kyiv.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan hal tersebut pada Sabtu (15/8/2026).
Rusia memperingatkan transfer tersebut akan menyebabkan “kerugian serius ... bagi hubungan bilateral kita dengan Washington dan Ankara”.
Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Dua Fregat Rusia Setelah Serangan Ukraina di Novorossiysk
Serangan Rusia terhadap sebuah blok apartemen di Ukraina tenggara pada Sabtu (15/8/2026) menewaskan seorang bayi berusia tiga bulan.
Sebanyak 11 orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Drone menghantam gedung di kota Marhanets, kata Oleksandr Hanzha, kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan drone dan rudalnya menyerang sejumlah fasilitas Ukraina dalam 24 jam terakhir.
Sasaran serangan mencakup pusat logistik Ukraina serta infrastruktur energi dan transportasi yang digunakan oleh militer Ukraina.
Rusia juga mengatakan serangan menghantam bengkel perakitan drone jarak jauh dan kapal drone.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)