Pelukan Terakhir Ibu untuk Bayinya di Bawah Reruntuhan Gempa
Ola Keda August 16, 2026 04:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Seorang ibu ditemukan tewas dengan kondisi masih memeluk bayinya di bawah reruntuhan rumah akibat gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sang ibu tampak terlentang. Sementara bayi terbaring di dada ibunya. Salah satu tangan ibu merangkul erat buah hatinya.

Tak jauh dari keduanya, anak perempuan sang ibu juga ditemukan meninggal. Ketiganya ditemukan tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Warga yang menyaksikan proses evakuasi tak kuasa menahan tangis.

Kepala SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan ibu dan bayinya ditemukan berada di bawah reruntuhan rumah. Posisi sang ibu yang masih merangkul bayinya diduga menunjukkan upaya terakhir untuk melindungi anaknya ketika bangunan tersebut runtuh.

"Keduanya (ibu dan anak ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka)," kata Fathur.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri membenarkan bahwa dalam peristiwa tersebut terdapat tiga korban dari satu keluarga.

"Ibu dan dua anaknya meninggal. Yang satunya perempuan dan bayi dalam pelukannya," katanya.

48 Orang Meninggal Dunia

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT kembali bertambah. Dari sebelumnya 37 orang meninggal, kini naik menjadi 48.

Data tersebut tercatat pada Minggu (16/8/2026) pukul 08.30 WITA. Selain korban meninggal, jumlah korban luka sebanyak 64 orang.

"Data sementara sebanyak 48 orang meninggal dunia dan 64 orang luka-luka. Kemungkinan masih bertambah karena masih ada yang tertimbun," kata Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, Minggu.

Dia menjelaskan fokus pencarian korban hari ini dipusatkan di Kota Mbay (Nagekeo) dan wilayah Reo (Manggarai). Operasi berjalan mulai pukul 06.00 WITA dengan pengerahan personel dan peralatan lengkap. Kendala akses akibat longsor di Reo kini sudah dapat diatasi.

"Tim Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas di wilayah Manggarai Timur per pukul 06.00 WITA berhasil membuka jalur darat yang sempat tertutup longsor, sehingga jangkauan pencarian kini lebih luas," ujar Fathur

Tim gabungan bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penyisiran serta pendataan di lapangan. Angka korban masih dapat berubah seiring proses verifikasi yang belum selesai dan berlangsungnya operasi pencarian.

Dia mengatakan seluruh personel dan sarana yang dimiliki dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak.

"Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," ujar Fathur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.