Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng Wonosobo Jadi yang Termegah di Indonesia
rika irawati August 16, 2026 04:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Basecamp pendakian Gunung Prau via Patak Banteng menjadi yang termewah di Indonesia. 

Basecamp ini punya gedung baru dilengkapi berbagai fasilitas yang diresmikan pada Minggu (16/8/2026).

Pembangunan basecamp baru ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah wisatawan menuju Gunung Prau yang memilih jalur Patak Banteng.

Pada akhir pekan, jumlah pendaki meningkat sejak pagi.

Pengelola Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng, Solichun mengatakan, peningkatan jumlah kunjungan justru menjadi tantangan baru.

Mereka harus menyiapkan sumber daya manusia dan pelayanan terbaik kepada pendaki.

"Peresmian bukan berarti kami mencapai segalanya tapi justru menjadi tantangan tersendiri," kata Solichun.

Baca juga: Berburu Sunrise Sikunir dan Mendaki Gunung Prau Jadi Favorit Pengunjung saat Berwisata ke Wonosobo

Kondisi tersebut membuat pengelola harus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, termasuk dalam komunikasi, pelayanan registrasi, hingga pendampingan bagi pendaki.

Solichun menjelaskan, kondisi basecamp lama masih terbilang sederhana dan memiliki keterbatasan daya tampung.

Jumlah pendaki yang terus meningkat membuat pengelola merasakan perlunya menyesuaikan fasilitas basecamp agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik.

"Basecamp lama ala kadarnya dan apa adanya," ujarnya.

Gedung baru memiliki kapasitas untuk menampung lebih banyak pendaki. 

Selain ruang pelayanan, peningkatan sarana dan prasarana juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan tim rescue dan ranger.

Menurut Solichun, pengelola ingin mengubah sistem pelayanan menjadi lebih tertata.

"Kami harus mampu mengubah wajah baru basecamp, gak kayak yang dulu. Kami harus sistematis," katanya.

Bangunan baru saat ini memiliki sejumlah fasilitas, khususnya tempat transit pendaki yang kini lebih representatif dan disebut-sebut termegah di Indonesia.

Layakan Ojek Hingga Pos 2

Jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng juga memiliki sejumlah fasilitas yang menjadi salah satu daya tarik bagi pendaki.

Di antaranya, layanan ojek yang dapat mengantar pendaki hingga Pos 2.

Baca juga: Berada di Lereng Gunung Prau, Dinkop UKM Jateng Dorong Koperasi Di Atas Awan Kendal Jadi Destinasi

Fasilitas tersebut memungkinkan pendaki memangkas sebagian perjalanan awal.

Selain itu, jalur Patak Banteng memiliki shelter darurat yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.

Solichun mengatakan, pengelola juga memiliki tim evakuasi serta sejumlah jalur alternatif untuk mendukung proses pertolongan apabila terjadi insiden di jalur pendakian.

Acara peresmian gedung baru basecamp ini turut dihadiri Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Dirjen Gakkum Kehutanan) Kementerian Kehutanan RI Dwi Januanto Nugroho.

Dwi Januanto pun menyoroti pentingnya keterlibatan komunitas dalam pengelolaan kegiatan pendakian.

Menurutnya, komunitas pendaki dapat menjadi kekuatan dari tingkat akar rumput dalam mendukung pengelolaan Gunung Prau.

"Komunitas tumbuh itu ya, jadi menjadi sesuatu kekuatan di dalam pengelolaan pendakian Gunung Prau," kata Dwi.

Ia menyebut, terdapat tujuh komunitas yang bersinergi dalam mendukung kegiatan pendakian di Gunung Prau.

Menurut Dwi, dukungan pemerintah akan lebih optimal apabila berjalan bersama komunitas dan berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan pendakian.

Termasuk di dalamnya, dukungan dari Basarnas dan BPBD, terutama berkaitan dengan risiko keselamatan yang dapat terjadi selama pendakian.

Dwi mengingatkan pendaki agar tidak hanya mengejar pengalaman atau mengikuti tren ketika datang ke gunung.

Aspek keselamatan, menurutnya, harus terus disosialisasikan kepada pendaki.

Jaga Kelestarian Hutan

Selain keselamatan, Dwi juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan.

Ia menyebut, persoalan kerusakan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam, tetapi juga perilaku manusia.

Baca juga: Elang Jawa di Gunung Muria Jateng Terancam Perburuan dan Perubahan Hutan Jadi Kebun Kopi

Satu di antara ancaman yang perlu diwaspadai adalah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Dwi mengatakan, tren karhutla kini tidak hanya menjadi persoalan di kawasan gambut. 

Sejumlah wilayah dengan tanah mineral, termasuk Jawa dan kawasan Nusa Tenggara, juga perlu meningkatkan kewaspadaan.

"Ini menjadi semua waspada untuk keseluruhan, jadi alarm buat kita semua," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pendaki agar lebih berhati-hati ketika menggunakan peralatan yang berpotensi menjadi sumber api. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.