Pilot Malaysia Airlines yang Selundupkan Narkoba Itu Disebut Beraksi Sendiri
GH News August 16, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Pilot Malaysia Airlines yang ditangkap di Indonesia karena diduga menjadi kurir narkoba disebut beraksi seorang diri saat melewati pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Dia diduga membawa barang terlarang tersebut tanpa melibatkan awak pesawat atau pihak lain dalam penerbangan menuju Indonesia.

Temuan itu disampaikan oleh Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan. Melansir , Minggu (16/8/2026) Hussein menyebut temuan itu diperoleh setelah tim khusus dari Bukit Aman dikirim ke Jakarta untuk memeriksa pilot berusia 39 tahun tersebut.

"Berdasarkan pemeriksaan kami, tidak ada indikasi keterlibatan orang dalam di KLIA. Dia bertindak sendiri dalam melewati pemeriksaan keamanan," kata Hussein.

Polisi Malaysia kini masih menyelidiki bagaimana pilot tersebut bisa lolos dari pemeriksaan keamanan tanpa terdeteksi. "Kami saat ini sedang menyelidiki bagaimana tersangka bisa lolos dari pemeriksaan tanpa terdeteksi," keterangan ditambahkan.

Hussein tidak membeberkan cara yang digunakan pilot tersebut untuk melewati pemeriksaan. Informasi itu dirahasiakan karena penyelidikan masih berlangsung.

Pilot tersebut ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 28 Juli.

Saat penangkapan, polisi Indonesia menyita 15 paket berisi sekitar 70 ribu kapsul yang diduga ekstasi dan metamfetamin. Barang bukti narkoba tersebut memiliki berat sekitar 25 kilogram, nilainya diperkirakan mencapai RM 45 juta atau sekitar Rp 180 miliar.

Kepolisian Indonesia mengungkapkan pilot tersebut diduga dijanjikan bayaran RM 50 ribu untuk membawa narkoba itu sebagai kurir. Dari pemeriksaan di Jakarta, polisi Malaysia juga mendapatkan informasi mengenai jaringan narkoba yang diduga beroperasi di Malaysia dan sejumlah negara lain, termasuk Indonesia.

"Dia telah memberikan informasi mengenai beberapa sindikat yang beroperasi di Malaysia dan negara lain, termasuk Indonesia," kata Hussein.

Kepolisian Malaysia kini tengah mendalami keterlibatan anggota jaringan lainnya. Penyelidikan juga mencakup aliran dana yang berkaitan dengan perdagangan narkoba tersebut.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.