Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus perusakan pohon di Kota Bandung, terus terus bermunculan setelah sebelumnya penebangan pohon tanpa izin di beberapa titik terungkap dan pelakunya diberikan sanksi tegas.
Kali ini, kasus pengrusakan satu pohon dengan cara dikuliti di bagian bawah terjadi di kawasan Jalan Pahlawan. Kemudian, ada juga pohon yang dicor dan disuntik air aki di daerah Kiaracondong dan Buah Batu.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, untuk kasus pohon yang dikuliti tersebut hingga saat ini masih diselidiki dan untuk pelakunya masih dicari karena tindakan ini diduga kuat pasti ada kepentingan.
"Itu termasuk juga yang di daerah Buah Batu, Kircon ditemukan ada pohon yang dibor, disuntik air aki, mau dibunuh gitu. Nah itu juga kita akan tindak tegas semuanya," ujar Farhan, Minggu (16/7/2026).
Baca juga: Soroti Penebangan Pohon di Jalan Riau dan Surapati, MasHuKo Minta Pemerintah Terapkan Standar Sama
Ia mengatakan, kasus pengrusakan pohon yang dikuliti, dibor, dan disuntik air aki tersebut hingga saat ini sedang diselidiki oleh petugas dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DKPK) Kota Bandung.
"Kalau ternyata terbukti si pohonnya pelan-pelan mati, maka kita tandain itu siapa yang ngebor, siapa yang menguliti, nanti akan langsung kita tindak," katanya.
Farhan memastikan, tindakan pohon dikukiti tersebut dipastikan bukan dilakukan oleh petugas DPKP Kota Bandung. Sehingga, untuk pelakunya hingga saat ini masih dilakukan penyeledikan.
Baca juga: Pemkot Bandung Siapkan Strategi Dongkrak Ekonomi Setelah Bandara Husein Direaktivasi
"Sedang berjalan, saya baru dapat informasinya tadi malam ya. Nah, ini sedang diselidiki dulu, yang pasti menurut DPKP itu bukan pekerjaan mereka," ucap Farhan.
Atas hal tersebut, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku maupun motif dalam kasus pengrusakan pohon dengan cara dikuliti, dibor, dan dicor dengan air aki tersebut.
"Kalaupun ternyata itu swasta, pertanyaan saya kan, what is the maksud, ya? Itu belum ketahuan, yang pasti bukan DPKP. Ini pohon pinus di median jalan dibikin mati, siapa yang untung coba? kita lagi cari nih," katanya. (*)