Pemkot Bandung Siapkan Strategi Dongkrak Ekonomi Setelah Bandara Husein Direaktivasi
Kemal Setia Permana August 16, 2026 04:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemkot Bandung mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk memanfaatkan kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara yang sudah direaktivasi dan melayani penerbangan jet komersial.

Salah satu langkah awal yang dilakukan oleh Pemkot Bandung setelah Bandara Husein Sastranegara direaktivasi adalah memastikan konektivitas dari dan menuju bandara berjalan dengan baik.

"Yang akan kami lakukan adalah memastikan yang belum kita pastikan, masalah shuttle sama masalah angkot. Nah, ini kita mau pastikan dulu shuttle sama angkotnya bagus," ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, keberadaan bandara saja tidak cukup untuk mendatangkan wisatawan maupun penumpang, sehingga Pemerintah Kota Bandung harus memastikan ada alasan kuat bagi masyarakat untuk datang ke Kota Bandung.

Baca juga: Aksi Berhenti 3 Menit di Kota Bandung Siap Digelar Lagi Saat Detik Peringatan HUT ke-81 RI

"Nah masalahnya adalah sekarang kita mesti fokus nih, kenapa orang mau datang ke Bandung, itu penting," katanya.

Terkait hal ini, maka potensi yang akan didorong adalah sektor pendidikan. Pemkot Bandung berencana mempromosikan sejumlah perguruan tinggi yang berada di Kota Bandung kepada calon mahasiswa dari luar daerah.

"Salah satunya yang akan kita fokuskan adalah promosi perguruan tinggi di Kota Bandung karena orang mau jauh-jauh datang terbang ke Kota Bandung karena mau sekolah," ucap Farhan.

Farhan mengatakan, sejumlah kampus yang menjadi bagian dari potensi tersebut, di antaranya UPI, Unpad, ITB, Itenas, Unpas, Unpar, ISBI, Telkom University, UIN Bandung dan beberapa perguruan tinggi yang lainnya.

Menurutnya, pasar pendidikan di Kota Bandung memiliki potensi ekonomi yang besar. Sebab, tidak hanya mahasiswa yang datang ke Bandung, tetapi juga orang tua atau keluarga yang mengantar maupun berkunjung.

"Itu kita mau dorong dulu karena yang kuliahnya satu orang tapi yang antar banyak, itu market yang sangat besar untuk kita sasar. Mudah-mudahanlah kita harus optimis," katanya.

Farhan mengatakan, tingkat okupansi penerbangan menuju sejumlah destinasi seperti Tanjungkarang, Palembang, dan Bali menunjukkan angka yang tinggi pada awal penerbangan, tetapi tantangan sebenarnya akan terlihat ketika memasuki periode low season.

Baca juga: Operasi Knalpot Brong di Padalarang Bandung Barat, 12 Sepeda Motor Dijaring Polisi

"Ujian sebenarnya Oktober, November itu low season. Maka kita push dengan Bandung Great Sale supaya rame terus," ujar Farhan.

Menurutnya, strategi itu diharapkan dapat membuat reaktivasi Bandara Husein memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian Kota Bandung. Sementara periode Desember hingga Januari, dinilai relatif lebih mudah karena bertepatan musim liburan yang bisa mendorong peningkatan mobilitas masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.