Antisipasi Kebakaran, DLH Siagakan 8 Titik Pipa Injeksi di TPA Jatibarang Semarang
deni setiawan August 16, 2026 04:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menyiagakan delapan titik pipa injeksi air di kawasan TPA Jatibarang sebagai salah satu langkah mitigasi kebakaran selama musim kemarau.

Pipa injeksi tersebut digunakan untuk mengantisipasi potensi api bawah permukaan (subsurface fire) pada timbunan sampah.

Selain menyiapkan delapan titik injeksi, DLH juga melakukan sejumlah langkah teknis lain untuk mengurangi risiko kebakaran di kawasan TPA.

Baca juga: Diskusi Buku di Gramedia Jalma Semarang, Gita Wirjawan: Jangan Terjebak Pola Pikir Instan

Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani mengatakan, personel di TPA Jatibarang melakukan patroli secara berkala di zona yang dinilai rawan.

"Tim lapangan kami melakukan patroli rutin setiap empat hingga enam jam di seluruh zona rawan, didampingi penyiraman berkala oleh Tim Damkar Kota Semarang setiap dua hari sekali serta penyediaan sistem on-call dengan response time di bawah 15 menit," ujar Glory, Minggu (16/8/2026).

Selain pipa injeksi, lanjut dia, mitigasi dilakukan melalui flaring gas metana setiap hari, penyemprotan biodekomposer, serta penutupan tanah (soil cover) secara bertahap pada zona aktif dan pasif.

Kondisi kawasan juga dipantau menggunakan drone.

Untuk mendukung penanganan awal apabila muncul titik api, sebutnya, DLH menyiapkan cadangan air sekira 230 meter kubik.

Empat Titik Api

Mobil tangki TPA, pompa portabel, selang air, dan alat pemadam api ringan (APAR) juga ditempatkan dalam kondisi siap digunakan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Kebakaran TPA Jatibarang pada 9 Juli 2026.

Setelah apel, DLH bersama tim gabungan meningkatkan patroli dan kesiapan penanganan titik api.

Glory menyebut, terdapat empat kejadian titik api yang muncul setelah pelaksanaan apel.

Titik api tersebut berada di dalam maupun sekitar kawasan TPA dan ditangani oleh tim gabungan yang melibatkan petugas TPA, Damkar, kelurahan, kepolisian, TNI, serta warga.

"Empat kejadian titik api ditangani secaracepat berkat kolaborasi petugas TPA, Damkar, kelurahan, TNI, Polri, hingga warga sekitar."

"Dukungan logistik air serta armada tangki dan APAR di lokasi juga siap melakukan penanganan awal," jelasnya.

• Kabar Duka, TKI Asal Karanganyar Tewas Tenggelam di Jepang, Hampir 3 Tahun Jalani Magang

Di sisi lain, DLH melakukan sosialisasi kepada pengemudi truk sampah, pemulung, pengepul, dan peternak yang beraktivitas di kawasan TPA. 

Sosialisasi mencakup larangan merokok dan imbauan agar tidak membuat perapian (diang) yang berpotensi memicu kebakaran.

"Peralatan teknis di lapangan tidak akan maksimal tanpa kedisiplinan bersama."

"Kami meminta para pengemudi, pemulung, dan peternak betul-betul mematuhi larangan merokok serta tidak membuat perapian di kawasan TPA demi keselamatan bersama," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meminta kesiapsiagaan tetap dijaga selama musim kemarau berlangsung.

"Komitmen yang ditetapkan sejak Apel Kesiapsiagaan 9 Juli harus terus dipertahankan. Selama musim kemarau belum usai, kewaspadaan seluruh jajaran tidak boleh kendor," tegas Agustina. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.