Sejumlah Anak Sekolah di Solo Terjangkit Anemia, Tapi Enggan Minum Tablet Tambah Darah, Kenapa?
Vincentius Jyestha Candraditya August 16, 2026 04:30 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah anak sekolah di Kota Solo masih ditemukan mengalami anemia. Di tengah upaya pemerintah menekan kasus tersebut, ternyata masih ada siswa yang enggan meminum tablet tambah darah yang diberikan secara gratis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, dr. Retno Erawati Wulandari, mengatakan alasan sebagian anak tidak meminum tablet tersebut salah satunya karena rasa dan aroma yang dianggap kurang nyaman.

“Kita tidak memungkiri ada satu dua anak yang tidak diminum karena mungkin amis lah. Mungkin agak ada rasa besinya tapi itu tidak mengganggu. Padahal manfaatnya lebih tinggi,” ungkapnya, Minggu (16/8/2026).

Baca juga: Apa itu Anemia? Penyakit Diduga Buat WN Prancis Meninggal di Indekos Sragen, Bahaya Jika Disepelekan

Menurut Retno, anemia pada anak sekolah tetap perlu menjadi perhatian. Terlebih pada remaja putri, anemia yang tidak ditangani sejak dini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada masa mendatang, termasuk risiko stunting pada anak yang dilahirkan kelak.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Solo terus mendorong penerapan pola hidup sehat dan gizi seimbang di kalangan anak sekolah.

“Anemia di anak sekolah masih ada. Makanya program aksi bergizi serentak senantiasa kita selenggarakan untuk motivasi untuk menerapkan untuk menerapkan hidup sehat salah satunya pola gizi seimbang,” jelasnya.

Remaja Putri Jadi Perhatian

Upaya pencegahan anemia pada remaja putri dinilai penting karena mereka merupakan calon ibu yang nantinya akan melahirkan generasi berikutnya.

Retno mengatakan kondisi kesehatan remaja putri perlu dipersiapkan sejak sekarang agar mereka dapat menjalani kehamilan dan persalinan dalam kondisi sehat.

“Supaya anak remaja putri tidak anemia. Sehingga mereka bisa menjadi ibu yang sehat. Pada saat mereka hamil atau melahirkan menjadi ibu yang sehat sehingga melahirkan anak yang sehat,” tuturnya.

Untuk memastikan tablet tambah darah benar-benar dikonsumsi, petugas kesehatan memberikan tablet secara langsung ketika kegiatan berlangsung. Guru juga dilibatkan untuk membantu memastikan siswa meminumnya.

Baca juga: Dinkes Solo Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk Antispasi Penyakit

“Sebenarnya salah satu program aksi bergizi serentak pemberian tablet FE. Kita berikan cuma pada saat itu petugas ada di situ harapannya memastikan mereka benar-benar meminum dibantu oleh guru,” jelasnya.

Selain pemberian tablet tambah darah, Dinas Kesehatan Kota Solo juga terus menjalankan program Cek Kesehatan Gratis. Program tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi berbagai masalah kesehatan sejak dini sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

“Cek Kesehatan Gratis total di Surakarta di atas 50 persen. Untuk anak sekolah Kota Surakarta termasuk yang sudah memenuhi target di atas 70 persen. Ini menjadi data dasar untuk mengetahui kesehatan anak di Kota Surakarta,” terangnya.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap kesadaran anak sekolah untuk menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah anemia dapat semakin meningkat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.