Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dua karnaval akan meramaikan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan hari jadi ke-222 Klaten.
Sebanyak 60 kontingen siap tampil membawa kreativitas sekaligus ciri khas dari wilayah masing-masing.
Dua agenda tersebut yakni karnaval kirab budaya yang digelar pada 18 Agustus 2026 dan karnaval pembangunan pada 19 Agustus 2026. Keduanya dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB.
Baca juga: Meriahnya Perayaan HUT ke-81 RI di Klaten, Warga Ngreden Kompak Ramaikan Lomba 17-an!
Kegiatan tahun ini mengusung tema Klaten Mandala Peradaban - Saka Sandyakala, Tumuju Cahya. Tema tersebut mengangkat perjalanan peradaban Klaten, mulai dari jejak Mataram Kuno hingga perkembangan daerah saat ini.
Dalam karnaval kirab budaya, sebanyak 26 kecamatan akan menjadi bagian utama pertunjukan. Setiap kecamatan akan menampilkan berbagai identitas dan potensi yang dimiliki wilayahnya.
Mulai dari sejarah, kondisi geografis, tradisi, kerajinan, potensi alam, kesenian hingga aktivitas masyarakat akan diangkat dalam karnaval tersebut.
Tidak hanya pemerintah kecamatan, berbagai elemen masyarakat juga akan terlibat. Sekolah, sanggar seni, karang taruna, kelompok tani, pengrajin hingga pelaku wisata turut ambil bagian dalam rangkaian pertunjukan.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan konsep karnaval tahun ini berbeda dibandingkan pawai yang digelar sebelumnya.
"Tahun ini akan spesial, karena pawai budaya tidak hanya sekadar kecamatan menampilkan atraksi," ujar Hamenang, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: Warga Klaten Catat! 18 Agustus Ada Kirab Budaya, 19 Agustus Karnaval Pembangunan Mulai Jam 1 Siang!
Menurutnya, karnaval kali ini memiliki konsep yang lebih kuat dengan mengangkat sejarah Klaten, khususnya kaitannya dengan peradaban Mataram Kuno.
"Akan ada sesuatu yang menarik, yaitu mengangkat tema Mataram Kuno atau memperlihatkan perspektif Kabupaten Klaten pada masa lampau zaman Mataram Kuno. Sehingga sangat menarik untuk diikuti," pungkasnya.
Melalui dua agenda tersebut, masyarakat akan disuguhi pertunjukan yang tidak hanya menampilkan kreativitas peserta, tetapi juga menggambarkan kekayaan sejarah, budaya, serta potensi dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten.