Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Keluarga Heru Santoso (24), TKI asal Kelurahan Gayamdompo, Karanganyar, masih syok berat setelah menerima kabar Heru tewas tenggelam di sungai di Jepang.
Kesedihan membuat keluarga belum bersedia memberikan keterangan mengenai kejadian yang menimpa Heru. Saat ditemui di rumahnya, orangtua Heru memilih diam dan belum mau memberikan tanggapan kepada wartawan.
Rumah orangtua Heru di Kampung Sembung, RT 03, RW 02, Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, kini telah dipasangi tenda di halaman dan bagian depan rumah.
Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, tenda dengan penyangga besi berwarna hijau dan atap seng telah berdiri di sekitar rumah.
Baca juga: TKI Karanganyar Tewas di Jepang, Disdagperinaker Klaim Bakal Pastikan Hak hingga Asuransi Dipenuhi
Rumah tersebut merupakan bangunan tradisional berbentuk limasan. Dindingnya berwarna krem dengan aksen abu-abu pada bagian penyangga bawah rumah.
Pintu dan jendela kayu berwarna cokelat terlihat terpasang pada bangunan tersebut. Bagian teras menggunakan ubin cokelat, sedangkan atap rumah ditutup genteng tanah liat.
Halaman rumah telah dicor menggunakan semen. Di bagian depan terdapat gapura atau pilar batu candi dekoratif bernuansa tradisional yang menjadi bagian dari area teras.
Pelataran rumah dibatasi pagar tembok rendah berpola baluster berwarna hijau-putih. Sejumlah pepohonan rindang juga tumbuh di sisi kiri dan depan rumah.
Saat wartawan TribunSolo.com mencoba menemui orangtua Heru, keluarga belum bersedia memberikan tanggapan mengenai kematian Heru.
Kondisi keluarga yang masih syok berat membuat mereka memilih tidak memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
Baca juga: Jenazah TKI Karanganyar yang Tewas Tenggelam Masih di Jepang, Autopsi Dijadwalkan 19 Agustus
Heru diketahui merupakan warga Kampung Sembung, Kelurahan Gayamdompo, Karanganyar. Pemuda berusia 24 tahun itu sedang menjalani program magang kerja di Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hiro Karanganyar.
Selama hampir tiga tahun di Jepang, Heru bekerja di bidang pertukangan kayu di Highness Co. Ltd., perusahaan yang beralamat di Nakano 5-3-24, Nakano-ku, Tokyo.
Namun, sebelum sempat kembali ke tanah air, Heru meninggal dunia setelah tenggelam saat melakukan rekreasi di salah satu sungai di Jepang pada Kamis (13/8/2026) siang waktu setempat.
Sementara itu, jenazah Heru hingga kini masih berada di Jepang. Pemulangan ke Karanganyar belum dapat dilakukan karena harus melewati sejumlah prosedur yang ditetapkan otoritas setempat.
Baca juga: Sosok Heru Santoso, TKI Karanganyar yang Tewas di Jepang, Ternyata Magang di Bagian Pertukangan Kayu
Salah satunya adalah pemeriksaan dan autopsi terhadap jenazah. Proses tersebut menjadi bagian yang harus diselesaikan sebelum jenazah dapat dipulangkan ke Indonesia.
Pihak Disdagperinaker Karanganyar bersama LPK Hiro terus memantau proses tersebut, termasuk pengurusan administrasi, asuransi, dan pemenuhan hak Heru sebagai peserta program pemagangan.
Keluarga kini masih menunggu proses tersebut sembari menghadapi duka atas kepergian Heru yang meninggal di negeri orang sebelum sempat kembali ke Karanganyar.