Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Barat menjadikan warung kopi sebagai ruang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus nasionalisme melalui kegiatan Beut NU Warong Kupi edisi khusus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Warung Kopi Gura, Meulaboh, Sabtu (15/8/2026) malam, dengan menghadirkan unsur TNI dan ulama sebagai pemateri.
Ketua PCNU Aceh Barat, Dr Tgk H Khairul Azhar, MA, mengatakan momentum kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Kemerdekaan perlu diisi dengan penguatan pendidikan, akhlak, persatuan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Baca juga: PCNU Aceh Barat Belum Tentukan Dukungan Jelang Muktamar ke-35 NU
"Para ulama dan santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, generasi hari ini harus melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara mengisi kemerdekaan melalui ilmu, akhlak, persatuan, dan pengabdian," kata Khairul Azhar.
Menurutnya, Beut NU Warong Kupi merupakan salah satu pendekatan dakwah yang sengaja dikembangkan PCNU Aceh Barat agar kegiatan keagamaan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Warung kopi, kata dia, merupakan salah satu ruang perjumpaan masyarakat Aceh yang dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk berkumpul, tetapi juga berdiskusi dan bertukar gagasan.
"Warong kupi merupakan ruang perjumpaan masyarakat Aceh. Kita manfaatkan ruang ini sebagai tempat silaturahmi, berdiskusi, dan belajar. Jadi masyarakat tidak hanya berkumpul untuk ngopi, tetapi juga mendapatkan ilmu dan penguatan nilai-nilai agama serta kebangsaan," ujarnya.
Beut NU edisi khusus kemerdekaan tersebut menghadirkan Danramil Woyla Barat Kapten Hermanto yang mewakili Dandim 0105 Aceh Barat serta Pimpinan Dayah Buket Iqra Al-Haramain, Waled Harmen Nuriqmar.
Kapten Hermanto menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keamanan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, terciptanya kondisi daerah yang aman tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Waled Harmen Nuriqmar mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
Ia menekankan bahwa kecintaan terhadap tanah air dapat diwujudkan melalui upaya menjaga persaudaraan, menghormati sesama, menjaga keamanan, serta membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak.
Khairul Azhar berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan ulama dan umara serta ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.
"Semoga dari warong kupi ini lahir gagasan-gagasan besar untuk umat dan bangsa. Kita ingin dakwah NU hadir di tengah masyarakat, menyatukan, mencerahkan, dan memberikan manfaat," pungkasnya.(*)