TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi tantangan yang berbeda pada Super League 2026/2027. Setelah sukses menjalani musim debut di kasta tertinggi dengan finis di posisi ke-11, Laskar Mataram melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan kualitas skuad.
Salah satu perubahan paling mencolok terjadi pada komposisi pemain asing. PSIM mendatangkan enam legiun asing baru untuk memperkuat tim besutan Jean-Paul van Gastel.
Meski demikian, Van Gastel memilih tidak terburu-buru menyebut skuad musim ini lebih baik dibandingkan musim lalu.
Menurutnya, perubahan komposisi pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan tim, tetapi hasilnya baru bisa dinilai setelah kompetisi berjalan.
“Sulit untuk dikatakan. Kami mendatangkan pemain yang berbeda karena merasa perlu menambah kualitas. Mari kita lihat nanti apakah keputusan itu tepat atau tidak,” ujar Van Gastel, Minggu (16/8/2026).
Dari sisi kondisi tim, pelatih asal Belanda itu menyebut suasana dalam tiga pekan terakhir berjalan positif. Energi para pemain juga dinilainya masih terjaga seperti musim sebelumnya.
Namun, Van Gastel menyadari tantangan besar akan muncul ketika dirinya mulai menentukan pemain yang masuk maupun tidak dalam starting XI.
“Nanti akan ada saatnya saya harus menentukan siapa yang bermain dan siapa yang tidak. Menarik melihat bagaimana tim merespons situasi itu,” katanya.
Pengalaman musim lalu menjadi modal penting bagi Van Gastel. Ia menilai kekompakan menjadi salah satu kekuatan PSIM saat menjalani musim perdananya di kasta tertinggi.
“Musim lalu kami menjadi satu tim yang solid dan semua orang menjalankan tugasnya dengan baik. Saya harap itu berlanjut,” ucapnya.
Van Gastel juga enggan memberikan jaminan bahwa PSIM akan meraih hasil lebih baik musim ini. Ia memilih bersikap realistis mengingat persaingan Super League yang diprediksi semakin ketat.
Menurut Van Gastel, tantangan musim ini bukan hanya berasal dari persaingan antartim. Kehadiran Piala Liga serta banyaknya jeda kompetisi juga membuat PSIM harus menghadapi situasi yang berbeda dibandingkan musim lalu.
“Liga akan lebih kompetitif dan lebih menantang dengan adanya Piala Liga. Banyak jeda kompetisi, jadi musim ini akan berbeda dengan tantangan yang berbeda pula,” tutur Van Gastel.