Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku
POS-KUPANG. COM, KUPANG - Mabes Polri mengirim 10 Ekor Aning Pelacak atau K9 dan 3,4 Ton bantuan kemanusiaan ke NTT Pasca Gempa Flores
Kali ini, Polri mengirim 10 ekor anjing pelacak atau K9 bersama 21 personel timnya serta sekitar 3,4 ton bantuan kemanusiaan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri menuju Labuan Bajo.
Pesawat CN-295/P-4501 yang membawa perkuatan tersebut dijadwalkan berangkat pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 17.05 WITA.
Sebanyak 21 personel yang ikut dalam penerbangan terdiri dari pawang, dokter hewan dan paramedis K9.
Baca juga: Polres Sikka Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk 1.264 Pengungsi Gempa Flores
Sepuluh K9 tersebut memiliki kemampuan untuk membantu pencarian korban di lokasi bencana.
Sebelum diberangkatkan, seluruh K9 terlebih dahulu diperiksa oleh dokter hewan dan paramedis.
Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, kesiapan kerja, kebutuhan pakan, perlengkapan serta kennel selama perjalanan dan pelaksanaan tugas di lapangan.
Setibanya di Labuan Bajo, tim K9 akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi prioritas pencarian dan pertolongan.
Wilayah Sikka, Manggarai dan Manggarai Timur menjadi sejumlah wilayah yang akan menjadi perhatian tim sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.
Jika kebutuhan penanganan bergeser ke wilayah lain, tim K9 siap digerakkan sesuai kondisi yang ada.
Baca juga: Cerita Petani Sawah di Borong, Manggarai Timur, Air Irigasi Kering Setelah Gempa Flores M7,7
Bawa 3,4 Ton Bantuan
Selain K9, Polri juga mengirim sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton peralatan dan bantuan kemanusiaan.
Bantuan tersebut terdiri dari 409 kilogram obat-obatan, 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, peralatan SAR dan K9, pakan K9, 10 unit kennel box K9 serta perlengkapan operasional tim K9.
Pengiriman juga membawa banner dan stiker pendukung kegiatan.
Seluruh bantuan nantinya didistribusikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda NTT dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat Polda NTT dalam penanganan bencana.
"Polri terus bergerak untuk memperkuat Polda NTT. Yang kita kirim hari ini bukan hanya personel, tetapi kemampuan K9 untuk pencarian, dukungan kesehatan, obat-obatan dan logistik yang dibutuhkan masyarakat," kata Trunoyudo.
Baca juga: Polres Ende Salurkan 100 Paket Bantuan Kapolda NTT untuk Warga Terdampak Gempa Flores di Nangapanda
Menurut Trunoyudo, Polda NTT bergerak langsung di lapangan, sementara Mabes Polri menyiapkan dan mengirimkan perkuatan berdasarkan kebutuhan aktual.
"Prinsipnya, bantuan harus cepat bergerak, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan," ujarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu malam, Polri telah memberangkatkan 137 personel untuk membantu penanganan gempa di NTT.
Personel tersebut terdiri dari SAR Brimob, DVI dan Dokkes, Humas, Slog serta Propam.
Polri juga menyiapkan dukungan transportasi udara, termasuk tiga helikopter AW169, untuk mendukung mobilitas personel dan distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau atau terisolasi.
Pesawat CASA Polri yang berada di wilayah NTT juga dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas dan distribusi bantuan.
Perkuatan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan personel, peralatan dan bantuan yang diperlukan di wilayah terdampak gempa. (nov)