Dampak Gempa NTT: Ada 33 Titik Longsor, 3 Rumah Sakit dan 20 Puskesmas Rusak Berat
Muhammad Zulfikar August 16, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, NTT - Dampak gempa bumi berkekuatan M 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada kerusakan sejumlah fasilitas.

Tercatat, pada sektor infrastruktur ada 33 titik longsor, empat titik patahan jalan, dan empat jembatan mengalami kerusakan.

Baca juga: Pemerintah Fokus Selamatkan Warga dan Pulihkan Infrastruktur Gempa NTT

Bahkan kerusakan juga terjadi di jalan-jalan vital seperti ruas Ende–Bajawa dan Ende–Maumere turut terdampak. 

Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan.

Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan mengalami kerusakan hingga Minggu dini hari.

Sementara itu, pada sektor fasilitas kesehatan dan infrastruktur dasar, tercatat 21 rumah sakit terdampak, dengan tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan. Selanjutnya dari 190 puskesmas terdampak, sebanyak 20 unit mengalami kerusakan berat.

Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT, Kombes Bayu Suseno mengatakan Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat sinergi untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.

“Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder terus memperkuat sinergi dalam penanganan bencana. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan akses komunikasi dan jalur distribusi bantuan tetap berjalan,” kata Bayu dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Sementara itu, data terakhir mencatat 51 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka. 

Korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang dan Manggarai Timur sebanyak 20 orang.

Bayu menegaskan pada tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban.

Selain itu, tim gabungan juga akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi penanganan bencana.

Baca juga: TNI Kerahkan Dua Hercules Bawa 27 Ton Bantuan Gempa NTT

“Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” tuturnya.

Untuk informasi, guncangan kuat gempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores, NTT telah memicu tingkat kewaspadaan sejak Sabtu (15/8/2026) pagi. 

Pusat gempa disebut terletak di laut pada jarak 30 Km arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT dengan kedalaman 15 Km.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa M7,7 di NTT menyebabkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah.

Dalam perkembangan terbaru, Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan StatusTanggap DaruratBencana Gempa Bumi selama 90 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026.

Sementara Pemerintah Kabupaten Sikka menetapkan StatusTanggap DaruratBencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.