Roblox Rlis Family Zone di Indonesia, Orang Tua Punya Kontrol Lebih
Ida Bagus Artha Kusuma August 16, 2026 06:35 PM

nextren.com - Roblox memperkenalkan Family Zone, ruang interaktif yang dirancang agar orang tua dan anak dapat menjelajahi platform bersama sambil mempelajari keamanan daring, literasi digital, dan fitur parental control. Family Zone dikembangkan bersama MindTrust dan mengusung konsep co-play, sehingga orang tua tidak hanya mengawasi dari luar, tetapi ikut memahami pengalaman digital anak secara langsung.

Roblox meluncurkan Family Zone secara global pada 14 Juli 2026. Di dalamnya, orang tua dapat belajar mengendalikan avatar, mengenal dunia 3D Roblox, serta memahami cara mengatur parental control. Akun orang tua yang terhubung juga memungkinkan mereka membatasi waktu bermain dan pengeluaran, menentukan siapa yang dapat berinteraksi dengan anak, hingga mengatur game yang boleh dimainkan.

"Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membantu anak membangun kebiasaan digital yang sehat," kata Tami Bhaumik, Vice President Civility & Partnerships Roblox. Menurutnya, percakapan mengenai dunia digital akan lebih bermakna ketika keluarga menjelajahinya bersama.

Family Zone Ajak Orang Tua Ikut Bermain

Family Zone juga membalik pola belajar yang umum. Anak dapat menjadi pemandu ketika orang tua pertama kali masuk ke Roblox. Tujuannya bukan sekadar mengenalkan game, tetapi membuka percakapan mengenai keamanan digital berdasarkan pengalaman langsung.

Roblox berencana menambah modul edukasi mengenai pencegahan penipuan, perundungan, serta cara mengenali dan menghindari perilaku predator. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah organisasi dan peneliti untuk mengembangkan materi tambahan tersebut.

Kehadiran Family Zone memiliki konteks khusus di Indonesia. Pemerintah memasukkan Roblox dalam delapan platform digital yang menjadi sasaran awal penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Komdigi memperkirakan Roblox memiliki sekitar 45 juta pengguna di Indonesia, dengan sekitar 23 juta di antaranya berusia di bawah 16 tahun. Besarnya basis pengguna anak membuat sistem keamanan Roblox menjadi isu penting bagi keluarga sekaligus regulator di Indonesia.

Perlindungan Roblox di Indonesia Lebih Ketat

Pada April 2026, Komdigi menyatakan Roblox mulai menerapkan sejumlah fitur untuk memenuhi PP TUNAS, termasuk verifikasi usia bagi pengguna Indonesia. Pengguna yang belum melakukan verifikasi akan kehilangan akses komunikasi seperti chat. Roblox juga membedakan akses terhadap katalog game berdasarkan kelompok usia, sementara orang tua mendapat kontrol untuk mengatur waktu bermain anak.

Vice President Global Public Policy Roblox Nicky Jackson Colaco saat itu menyebut fitur yang diterapkan di Indonesia sebagai salah satu yang paling ketat secara global dan secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan regulasi Indonesia. Reuters juga melaporkan Roblox menyiapkan kontrol tambahan pada konten dan komunikasi bagi pemain di bawah 16 tahun untuk memenuhi aturan Indonesia.

Indonesia bahkan termasuk empat negara pertama yang mendapat peluncuran Roblox Kids dan Roblox Select pada Mei 2026, bersama Australia, Belanda, dan Selandia Baru. Sistem akun berbasis usia tersebut kemudian tersedia secara global pada 16 Juni 2026.

Secara global, Roblox Kids ditujukan untuk pengguna usia 5-8 tahun dengan chat dinonaktifkan secara default. Roblox Select mencakup usia 9-15 tahun dengan akses komunikasi dan konten yang bertambah secara bertahap. Roblox juga menegaskan bahwa pengaturan chat dan perlindungan tertentu dapat berbeda menurut wilayah.

Family Zone Bukan Pengganti Parental Control

Family Zone tidak menggantikan sistem keamanan tersebut. Fitur ini justru menjadi lapisan edukasi agar orang tua memahami cara kerja perlindungan yang sudah tersedia. Dalam siaran pers untuk Indonesia, Roblox menempatkan Family Zone sebagai pelengkap Roblox Kids, Roblox Select, dan parental controls.

Pendekatan itu memperlihatkan perubahan strategi keamanan anak dari sekadar pembatasan teknis menuju keterlibatan keluarga. Roblox sendiri mendorong orang tua membuat akun yang terhubung, memeriksa game yang dimainkan anak, mengatur screen time serta pengeluaran, dan berdiskusi tentang perilaku yang aman di ruang digital.

Bagi Indonesia, tantangannya kini bukan hanya memastikan Roblox memenuhi PP TUNAS, tetapi melihat apakah perlindungan tersebut efektif bagi puluhan juta pengguna muda. Family Zone memberi orang tua pintu masuk untuk memahami dunia digital anak. Namun, teknologi parental control tetap membutuhkan keterlibatan keluarga agar perlindungan tidak berhenti pada sekadar pengaturan akun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.