John Stones langsung menandai laga pertamanya bersama Inter dengan gol spektakuler saat mantan pemain Manchester City itu membidik kejayaan Liga Champions.
John Stones tidak membutuhkan waktu lama untuk memberi dampak bagi klub barunya, dengan mencetak gol kemenangan yang indah pada debutnya bersama Inter melawan Real Betis di Stadion San Nicola. Mantan pemain Manchester City itu menunjukkan dengan jelas alasan Nerazzurri berjuang untuk mendapatkan tanda tangannya, lewat penyelesaian akhir klinis yang mengisyaratkan bahwa ia akan menjadi lebih dari sekadar tambahan di lini pertahanan.
Debut impian di Bari
Stones kini resmi hadir di sepak bola Italia, dan ia melakukannya dengan efisiensi klinis yang biasanya hanya dimiliki para penyerang elite yang selama ini menjadi tugasnya untuk dihentikan. Menjalani penampilan perdananya untuk Inter dalam laga uji coba pramusim melawan Real Betis, pemain internasional Inggris itu hanya memerlukan beberapa menit untuk mencatatkan namanya di papan skor. Masuk ke pertandingan saat waktu tersisa 20 menit, Stones memperlihatkan kualitas teknik yang anggun.
Momen penentu hadir pada akhir pertandingan ketika Stones maju membantu serangan dalam situasi bola mati. Memperlihatkan naluri predator layaknya seorang nomor sembilan berpengalaman, ia menyambut bola kiriman dengan lompatan yang tepat dan melepaskan sontekan kaki kanan yang luar biasa ke arah tiang jauh. Penyelesaian itu digambarkan oleh para pengamat sebagai sesuatu yang "ala Lautaro" dalam eksekusi dan timing-nya, sekaligus memastikan kemenangan 1-0 untuk raksasa Italia tersebut.
Mengejar kejayaan Eropa di Milan
Stones mengungkapkan kegembiraannya atas dampak instan yang ia berikan dalam seragam garis hitam-biru yang ikonis itu. Bek asal Inggris tersebut bertekad membawa trofi terbesar dalam sepak bola antarklub Eropa ke San Siro, setelah sebelumnya pernah merasakan kesuksesan di kompetisi itu bersama Manchester City.
Saat merefleksikan perjalanan barunya, Stones menyampaikan reaksi tulus terhadap penampilan debutnya dan bobot sejarah dari jersey yang kini ia kenakan. Mantan pemain Everton itu berkata: "Jersey Inter adalah salah satu yang paling indah dalam sejarah sepak bola: Anda bisa merasakan kebesaran klub ini di mana-mana, saya bangga menjadi bagian dari tim yang istimewa ini. Kami ingin menulis halaman-halaman baru dalam sejarah. Serie A itu berat, ada banyak tim yang akan berjuang memperebutkan tempat di Liga Champions. Saya telah keluar dari zona nyaman saya, saya ingin membawa Liga Champions kepada para penggemar."
Bersatu kembali dengan wajah-wajah yang familiar
Salah satu faktor penting dalam proses adaptasi Stones di Italia adalah kehadiran beberapa sosok yang sudah dikenalnya di ruang ganti Inter. Pemain berusia 32 tahun itu kembali bersama Manuel Akanji, mantan partnernya di lini belakang Manchester City. Keduanya pernah berbagi lapangan saat City mengalahkan Inter pada final Liga Champions 2023 di Istanbul, namun kini mereka mendapat tugas membangun tembok yang tak tergoyahkan untuk klub yang dulu justru mereka gagalkan.
Stones berbicara hangat tentang rekannya itu, sambil menyoroti rasa saling menghormati yang ada di antara dua bek kelas dunia tersebut. "Manuel adalah pribadi yang luar biasa dan tulus. Pemain kelas dunia, saya senang bisa kembali bersamanya," ujar Stones.
Beradaptasi dengan gaya Italia
Kepindahan ini menandai perubahan taktis yang besar bagi Stones, yang menghabiskan hampir satu dekade menyempurnakan peran "Stonesy" sebagai bek-gelandang hibrida di Manchester. Kini, ia menghadapi tantangan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan Serie A yang membanggakan disiplin taktik serta struktur pertahanan yang beragam. "Saya antusias menghadapi tantangan ini dan saya ingin mempelajari gaya bermain baru yang belum terbiasa bagi saya," tutup Stones.