Persneling Lepas, Truk Tronton Hantam Minibus di Jalur Sumbar-Riau
Rahmadi August 16, 2026 07:47 PM

TRIBUNPADANG.COM, LIMAPULUH KOTA - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Nasional Sumbar-Riau Km 159, tepatnya di Jorong Simpang Tiga, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (15/8/2026) malam.

Kecelakaan tersebut melibatkan mobil Mitsubishi truck tronton BA 9155 BU yang dikemudikan Hendra Hanafi (38) dengan mobil Toyota BM 1951 NF yang dikemudikan Diki Suprapto (46).

Laporan kecelakaan tersebut kemudian diterima Polres Limapuluh Kota pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota Iptu Zarwiko Irzal mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara kendaraan Mitsubishi truck tronton dengan Toyota di Jalan Nasional Sumbar-Riau Km 159," kata Iptu Zarwiko Irzal dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Baca juga: Pesan Terakhir Josua Pelajar Hanyut di Batang Arau Padang: "Jaga Diri Pak, Sampai Bertemu Lagi"

Truk Melaju dari Payakumbuh

Zarwiko menjelaskan, kecelakaan bermula ketika truk tronton yang dikemudikan Hendra melaju dari arah Payakumbuh menuju Pekanbaru.

Saat mendekati lokasi kejadian, kendaraan tersebut disebut mengalami masalah pada bagian persneling.

Persneling kendaraan truk tersebut lepas ketika melaju di jalan nasional yang merupakan jalur penghubung Sumatera Barat dan Riau.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan atau dari Pekanbaru menuju Payakumbuh, melaju mobil Toyota BM 1951 NF yang dikemudikan Diki Suprapto.

"Pengemudi kendaraan Mitsubishi truck tronton tidak dapat mengendalikan kendaraannya dan kemudian menabrak kendaraan Toyota BM 1951 NF yang datang dari arah berlawanan," jelasnya.

Akibatnya, benturan antara truk dengan minibusa tersebut pun tidak dapat dihindari.

Baca juga: Putar Roda Bupati Padang Pariaman, Sejumlah Lokasi Terdampak Banjir Ditinjau

Satu Penumpang Toyota Meninggal Dunia

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi dan penumpang Toyota mengalami sejumlah luka.

Salah seorang penumpang Toyota, Rosnidar (43), meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Rosnidar mengalami luka robek pada bagian leher serta luka lebam pada bagian dada dan perut sebelah kanan.

Sementara pengemudi Toyota, Diki Suprapto, mengalami luka pada bagian kepala dan bahu kanan serta luka robek pada lengan tangan kanan.

Pengemudi truk, Hendra Hanafi, juga mengalami luka, di antaranya luka robek pada lutut kaki kanan, luka lebam pada paha kaki kiri dan luka lebam pada tangan kanan.

Kemudian penumpang lainnya atas nama Trice juga mengalami luka-luka.

"Korban kemudian langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan," ujar Zarwiko.

Dalam laporan kepolisian, kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka ringan.

Baca juga: Dengar Kabar Siswanya Hanyut, Kepala SMP Murni Padang Langsung Bergerak hingga Jenazah Josua Pulang

Kondisi Jalan Berupa Tikungan dan Turunan

Lokasi kecelakaan berada di ruas jalan nasional dengan kondisi jalan beraspal.

Di sekitar lokasi, terdapat tikungan dan turunan dengan jarak pandang yang terbatas. Ruas jalan juga dilengkapi rambu-rambu lalu lintas.

Saat kejadian, kondisi permukaan jalan dilaporkan kering dengan situasi arus lalu lintas ramai. Kecelakaan terjadi pada malam hari.

Dua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan.

Truk tronton mengalami kerusakan pada bagian depan, sedangkan mobil Toyota mengalami kerusakan pada bagian depan dan sisi kanan.

Kerugian materi akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Baca juga: Begal di Lima Puluh Kota Rampas HP dan Motor Korban, Dua Pelaku Ditangkap Satu Masih Diburu Polisi

Polisi Lakukan Olah TKP

Polres Limapuluh Kota telah melakukan sejumlah langkah penanganan setelah menerima laporan kecelakaan.

Petugas mendatangi lokasi kejadian, melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), mencatat keterangan saksi, serta melakukan pengukuran dan penggambaran lokasi kecelakaan.

Polisi juga telah mencatat identitas pengemudi dan saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami sudah melakukan penanganan di TKP, pencatatan saksi, pengukuran serta penggambaran TKP kecelakaan lalu lintas," kata Zarwiko.

Polisi masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.