Hadiri Pemakaman Korban Muksin Dondo, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib: Ini Ujian Terberat Saya
Frandi Piring August 16, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - KOTAMOBAGU - Wali Kota Wenny Gaib dan Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Mangkat hadir dalam prosesi pemakaman Muksin Dondo, Minggu 16 Agustus 2026 di Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara. 

Muksin adalah korban kesembilan dalam tragedi drag race maut di Kotamobagu. 

Wenny-Rendy datang bersama pimpinan Forkopimda di Kotamobagu. 

Kehadiran keduanya juga menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga yang tengah menghadapi kehilangan mendalam.

Di hadapan keluarga dan masyarakat yang hadir di rumah duka, Wali Kota Weny Gaib menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya Muksin.

“Tentu ini sangat berat untuk kita semua, maka lewat kesempatan ini mari kita semua bersama-sama mendoakan almarhum agar diterima Allah SWT disisinya,”ucap Wali Kota.

Wenny juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi ujian tersebut.

“Untuk keluarga yang ditinggalkan akan selalu diberikan ketabahan, kekuatan, keikhlasan dalam menghadapi ujian dan cobaan yang hari ini merundung rumah duka ini," katanya. 

"Insya Allah mereka akan dapat menjalankan lagi hari-hari kedepan dengan baik dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.

Sebagai pimpinan daerah, Weny mengaku tragedi tersebut menjadi salah satu pukulan terberat yang pernah dihadapinya. 

Ia mengaku harus menerima kenyataan pahit karena musibah tersebut telah merenggut nyawa masyarakat yang menjadi bagian dari daerah yang dipimpinnya.

“Satu adalah hitungan paling besar paling banyak bagi kita semua, tetapi hari ini kenyataan pahit yang saya telan karena ini sudah yang kesembilan kalinya,” ungkapnya.

Ditengah tragedi yang telah merenggut sembilan nyawa tersebut, Weny mengajak masyarakat untuk menerima musibah dengan hati yang lapang dan penuh keikhlasan.

“Yakin dan percaya Allah memberikan ujian bagi kita yang mampu menerimanya,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan tragedi di Kelurahan Upai sebagai momentum evaluasi dan pembelajaran bersama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Tragedi ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua dan tak boleh terjadi lagi," tegas dia.

Muksin Dondo sebelumnya merupakan korban luka berat dalam insiden drag race maut yang berlangsung di Kelurahan Upai  Minggu 9 Agustus 2026.

Setelah mendapatkan perawatan, kondisi Muksin kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Kepergian Muksin menambah jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut menjadi sembilan orang.

Pemakaman di Desa Pontodon Timur menjadi momentum terakhir bagi keluarga, kerabat, pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantarkan Muksin ke tempat peristirahatan terakhir. (nie)

Baca juga: Korban Drag Race Maut di Kotamobagu Sempat Minta Pulang untuk Panen Nilam Sebelum Meninggal

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.