TRIBUNNEWS.COM - Rambut rontok sering kali hanya dikaitkan dengan penggunaan sampo, tonic, atau produk perawatan rambut.
Padahal, kesehatan rambut tidak berdiri sendiri.
Kondisi rambut juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kecukupan gizi, pola olahraga, kualitas tidur, tingkat stres, hingga kondisi lingkungan.
Karena itu, ketika rambut mulai mengalami kerontokan, penting untuk melihat kebiasaan dan kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.
Praktisi Anti Aging dan Kecantikan, Dokter Theressia, M. Biomed (AAM), menjelaskan bahwa faktor gizi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Tubuh membutuhkan asupan gizi yang baik, termasuk kecukupan protein dan vitamin tertentu. Selain itu, konsumsi gula juga perlu diperhatikan.
Kekurangan asupan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dapat turut memengaruhi kesehatan rambut.
Tidak hanya makanan, aktivitas fisik, tidur, stres, dan lingkungan juga dapat menjadi faktor yang memperburuk kondisi rambut.
Olahraga yang cukup perlu diimbangi dengan istirahat dan kualitas tidur yang baik.
Stres juga dapat berkaitan dengan meningkatnya kerontokan rambut.
Sementara itu, paparan asap dan lingkungan yang kurang baik dapat memengaruhi kesehatan kulit dan rambut.
Baca juga: Sering Pakai Conditioner Apakah Baik? Ini Frekuensi yang Tepat untuk Rambut
Menjaga rambut sehat bukan sekadar memilih produk perawatan yang tepat, tetapi juga memperhatikan gaya hidup secara keseluruhan.
"Kecukupan gizi merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika membahas kesehatan rambut. Tubuh membutuhkan nutrisi yang cukup agar berbagai fungsi tubuh dapat berjalan dengan baik, termasuk mendukung kondisi rambut," kata Dokter Theressia dalam siniar BEAUTY HEALTH di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Ia menyebutkan pentingnya mencukupi kebutuhan protein serta vitamin tertentu yang diperlukan tubuh.
Sebaliknya, konsumsi gula juga perlu dikurangi atau diperhatikan agar pola makan secara keseluruhan tetap seimbang.
"Karena itu, ketika rambut mulai mengalami masalah, pola makan sehari-hari juga perlu dievaluasi. Jangan sampai perhatian hanya diberikan pada produk yang digunakan dari luar, sementara kebutuhan nutrisi dari dalam tubuh justru tidak tercukupi," tambahnya.
Olahraga memang menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
Namun, menurut Dokter Theressia, yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah seseorang berolahraga atau tidak, tetapi juga apakah olahraga yang dilakukan sudah sesuai kebutuhan.
Olahraga yang cukup dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat. Sebaliknya, aktivitas olahraga yang dilakukan secara berlebihan juga perlu diperhatikan.
Olahraga sebaiknya dilakukan secara seimbang dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Pola hidup sehat bukan berarti memaksakan tubuh melakukan aktivitas fisik tanpa memperhatikan kebutuhan istirahat.
Selain gizi dan olahraga, tidur yang cukup dengan kualitas yang baik juga menjadi bagian dari faktor gaya hidup yang perlu diperhatikan.
"Kualitas tidur dapat memengaruhi kondisi tubuh. Karena itu, kebiasaan tidur yang tidak baik sebaiknya tidak diabaikan ketika seseorang sedang menghadapi masalah kesehatan rambut," ungkap Dokter Theressia.
"Menjaga waktu dan kualitas tidur dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki pola hidup secara keseluruhan, terutama ketika rambut mengalami kerontokan," lanjutnya.
Stres menjadi salah satu faktor yang juga perlu diperhatikan.
Dokter Theressia menyebutkan bahwa terdapat kasus ketika seseorang mengalami kerontokan rambut yang lebih banyak saat mengalami stres.
Selain itu, terdapat pula kondisi ketika seseorang memiliki kebiasaan mencabut rambutnya sendiri akibat faktor tertentu.
Kebiasaan tersebut tentu perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak langsung terhadap rambut.
Karena itu, ketika kerontokan rambut meningkat bersamaan dengan tekanan atau stres yang sedang dialami, faktor tersebut tidak sebaiknya diabaikan.
Faktor terakhir yang disampaikan Dokter Theressia adalah lingkungan.
"Paparan asap maupun kondisi lingkungan yang kurang baik dapat turut memengaruhi kesehatan kulit dan rambut."
"Artinya, menjaga kesehatan rambut juga berkaitan dengan memperhatikan lingkungan tempat seseorang beraktivitas. Kebiasaan hidup sehat akan lebih optimal jika didukung oleh lingkungan yang baik," jelasnya.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan rambut merupakan persoalan yang cukup kompleks.
Kerontokan tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan mengganti sampo atau menggunakan tonic.
"Gizi, olahraga, tidur, stres, dan lingkungan merupakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan secara bersamaan. Ketika rambut mengalami kerontokan, penting untuk melihat kemungkinan faktor yang memperburuk kondisi tersebut dari kebiasaan sehari-hari."
"Dengan memperbaiki gaya hidup secara menyeluruh dan memperhatikan kondisi rambut, seseorang dapat lebih memahami faktor yang mungkin berpengaruh terhadap kesehatan rambutnya. Jika kerontokan terus berlangsung atau semakin berat, pemeriksaan kepada tenaga medis dapat dipertimbangkan untuk mengetahui penyebabnya secara lebih tepat," tungkasnya.
(Tribunnews.com/M Alvian Fakka)