SURYA.CO.ID, GRESIK - Pemandangan tak biasa menghiasi kawasan perairan Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Minggu (16/8/2026).
Ratusan perahu warga yang tergabung dalam Rukun Nelayan Pangkahkulon berjejer rapi menggelar pawai laut megah untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Momen puncak perayaan diwarnai dengan pembentangan bendera merah putih berukuran raksasa sepanjang 45 meter dan lebar 1 meter tepat di atas permukaan sungai.
Baca juga: Gratis SIM Bagi Warga Yang Lahir 17 Agustus, Satpas Polres Gresik Siapkan 17 Kuota SIM
Suasana semarak sudah terasa sejak ratusan armada perahu nelayan berkumpul di titik keberangkatan Dusun Kalingapuri.
Setiap perahu molek dipasangi berbagai pernak-pernik serta hiasan bernuansa merah putih yang menyedot perhatian warga sekitar.
Rombongan perahu kemudian bergerak serentak menyusuri aliran air menuju titik utama acara di tengah Sungai Bengawan Solo.
Sesampainya di lokasi utama, bendera raksasa berukuran 45 meter dibentangkan secara bergotong-royong menautkan beberapa perahu nelayan.
Sesaat setelah kain merah putih terbentang sempurna, seluruh peserta mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh khidmat dari atas perahu masing-masing.
Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi upacara unik yang digelar di atas jalur perairan bersejarah tersebut.
Baca juga: Kemeriahan HUT RI Ajang Piala Dandim Gresik di Ngargosari Adu Sportivitas Sekaligus Kerukunan
Ketua Rukun Nelayan Pangkahkulon, Latif, mengutarakan bahwa panjang bendera 45 meter dipilih secara khusus sebagai lambang historis tahun kemerdekaan Indonesia 1945.
Pihaknya berencana mengemas acara karnaval laut tahun depan dengan skala yang jauh lebih besar serta melibatkan lebih banyak armada.
Latif berharap tradisi tahunan ini tidak hanya memupuk jiwa patriotisme, tetapi juga menguatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan sesama nelayan.
Kesan mendalam turut dirasakan oleh para peserta yang hadir meramaikan jalannya aksi pengibaran bendera di tengah sungai tersebut.
Salah satu anggota kelompok nelayan, Nuril Anwar, mengaku sangat bangga bisa berpartisipasi langsung dalam momentum bersejarah ini.
Menurutnya, aksi perayaan di Sungai Bengawan Solo berhasil mempererat tali silaturahmi serta solidaritas antar sesama pencari nafkah di laut Pangkahkulon.