WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Kisah Jamal, anak yatim Palestina asal Gaza, kembali mendapat perhatian. Di Kairo, Mesir, kehidupan Jamal dan neneknya masih mendapat pendampingan dari Bulan Sabit Merah Indonesia atau BSMI.
Delegasi BSMI datang langsung untuk melihat kondisi tempat tinggal keduanya sekaligus memastikan bantuan yang selama ini diberikan benar-benar diterima dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Jamal merupakan putra almarhum dr. Mohamed Shabat, dokter Palestina yang sebelumnya pernah menerima beasiswa dari BSMI. Setelah kehilangan keluarganya akibat konflik, Jamal kini hanya tinggal bersama neneknya.
Baca juga: HUT ke-81 RI, Margo Hotel Depok Sajikan Kuliner Nusantara Racikan Chef Vindex Tengker
Delegasi BSMI yang mengunjungi Jamal terdiri dari Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota BSMI Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, Sp.OT, FICS, MARS, Sekretaris Jenderal BSMI Muhamad Rudi, serta Bendahara Umum DPN BSMI dr. Prita Kusumaningsih, Sp.OG.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi melihat langsung rumah yang ditempati Jamal bersama neneknya di Kairo. BSMI selama ini menanggung kebutuhan tempat tinggal sekaligus membantu biaya hidup keduanya.
Pendampingan itu dilakukan sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan BSMI kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat konflik.
Selain dukungan dari BSMI, Jamal juga memperoleh bantuan rutin melalui program Dekap Yatim yang dijalankan Adara Relief Internasional.
Baca juga: Ratusan Warga Meriahkan Lomba 17 Agustus di Kalimalang, Panjat Pinang Jadi Favorit
Prof. Basuki mengatakan perhatian kepada Jamal tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat. BSMI ingin memastikan Jamal dan neneknya tetap memiliki tempat tinggal yang layak serta dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada penerima manfaat. Jamal adalah anak yatim yang kehilangan ayah ibu dan seluruh keluarganya kecuali neneknya saja. Dokter Mohammed adalah dokter yang sebelumnya juga memiliki hubungan dengan BSMI melalui program beasiswa. Karena itu, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendampingi Jamal dan keluarganya,” ujar Prof. Basuki.
Menurut Basuki, kunjungan langsung penting dilakukan agar BSMI dapat memahami kondisi keluarga Jamal secara lebih utuh. Dengan begitu, bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka di lapangan.
“Bantuan kemanusiaan bukan hanya tentang memberikan sesuatu, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan kehidupan penerima manfaat. Kami ingin Jamal tetap memiliki harapan untuk tumbuh, belajar, dan menatap masa depan,” tambahnya.
Sekjen BSMI Muhamad Rudi mengatakan pendampingan terhadap Jamal dan neneknya merupakan bagian dari komitmen BSMI untuk memberikan perhatian dalam jangka panjang.
“BSMI berupaya hadir bukan hanya ketika bantuan diberikan, tetapi juga memastikan bagaimana kondisi penerima manfaat setelahnya. Kami melihat langsung rumah Jamal dan neneknya untuk memastikan kebutuhan mereka tetap terpantau,” kata Rudi.
Baca juga: Gempa NTT, Wamensos Agus Jabo Datang ke Lokasi dan Kirim 48 Ton Beras
Menurut Rudi, dukungan BSMI mencakup penyediaan tempat tinggal dan bantuan biaya hidup. Pendekatan tersebut dinilai penting karena kondisi keluarga Jamal membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Jamal dan neneknya juga sempat mendapatkan perawatan dan pengobatan di RSIA Al Fauzan Jakarta dengan dukungan penuh dari BSMI. Setelah menjalani perawatan luka, keduanya kembali ke Kairo untuk melanjutkan pendidikan.
“Jamal masih memiliki masa depan yang panjang. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan, kebutuhan hidup, dan lingkungan tempat tinggalnya menjadi bagian penting dari pendampingan,” ujar Rudi.