TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia kerap dimeriahkan dengan berbagai lomba rakyat. Begitu juga pada HUT ke-81 RI tahun ini, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Wiyata Kulon Progo tak ketinggalan ikut memeriahkan momen setahun sekali itu.
Para ABK ini ikut serta dalam berbagai lomba yang digelar oleh SLB Bhakti Wiyata di Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo.
Kepala SLB Bhakti Wiyata, Tresnaning Putri mengatakan kegiatan lomba digelar selama 3 hari.
"Kami gelar lomba mulai dari Selasa (11/08/2026) sampai Kamis (13/08/2026)," kata Putri ditemui di tengah kegiatan lomba pada Rabu (12/08/2026) lalu.
Lamanya masa pelaksanaan lomba menyesuaikan dengan kondisi para pelajar. Sebab mereka yang ikut serta memiliki beragam kondisi keterbatasan yang harus lebih diperhatikan oleh para guru sekolah.
Tak hanya para guru, para orang tua dari para pelajar pun juga diajak ikut menjadi peserta lomba. Menurut Putri, cara tersebut bisa membuat hubungan orang tua dan anak menjadi lebih baik, karena mereka saling membantu satu sama lain.
"Lombanya juga bermacam-macam seperti estafet karet, lomba makan Kerupuk, lomba memasukkan pensil dalam botol, dan sebagainya," ujarnya.
Keseruan tak hanya muncul saat lomba berlangsung, tetapi juga dari para ABK yang menjadi peserta. Sebab ada saja aksi tidak terduga yang mereka lakukan, namun tetap mengundang tawa dari mereka yang ada di sana.
Para pemenang lomba pun mendapat hadiah sederhana berupa jajanan dan makanan ringan sebagai hiburan. Meski sederhana, namun kegiatan lomba yang dilakukan tetap membawa kesan mendalam bagi mereka yang ada di sana.
"Yang penting di sini kami bisa membangun kebersamaan dengan anak-anak dan para orang tuanya," jelas Putri.
Salah satu wali pelajar yang ikut lomba adalah Heni Indri Astuti. Putranya, Mirza ikut serta dalam lomba. Meski memiliki kondisi tuna netra, Mirza tampak semangat untuk mengikuti berbagai lomba yang dihadirkan.
Heni mengaku ikut merasakan keseruan dan kemeriahan dari berbagai lomba yang digelar. Putranya pun bisa lebih percaya diri karena lomba-lomba itu membuat hubungannya dengan pelajar lain menjadi lebih dekat.
"Lomba seperti ini membuat anak saya lebih senang karena bisa bekerjasama dengan temannya," kata ibu rumah tangga asal Dalangan, Wates ini.(alx)