Kembangkan Perhotelan dan Wellness di Borobudur Highland, BPOB Dorong Sinergi Kawasan Penyangga
Yoseph Hary W August 16, 2026 10:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Pengembangan kawasan pariwisata Borobudur Highland terus didorong untuk mewujudkan sebuah destinasi kelas dunia. 

Tak sekadar mengandalkan pembangunan fisik, penguatan sektor akomodasi perhotelan dan wellness tourism di kawasan ini dinilai membutuhkan keterpaduan ekosistem melalui sinergi lintas daerah.

​Langkah kolaborasi pun menjadi krusial mengingat Borobudur Highland dikelilingi wilayah penyangga utama seperti Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Kulon Progo, di Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Andalkan bentang alam Perbukitan Menoreh

​Borobudur Highland sendiri diposisikan sebagai proyek mercusuar pariwisata nasional yang mengandalkan keunggulan bentang alam perbukitan Menoreh.

Pembangunannya memadukan konsep keramahan kelas dunia, resort eksklusif, hingga penyediaan pengalaman wisata berkualitas tinggi atau quality tourism.

​Pendekatan berkelanjutan tersebut diyakini mampu mendongkrak durasi tinggal wisatawan atau length of stay, sekaligus meningkatkan nilai devisa dari sektor pariwisata. 

Plt Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Yusuf Hartanto, mengungkapkan, pembangunan destinasi pariwisata berskala besar tidak boleh terjebak dalam sekat-sekat administratif wilayah. 

Bagaimanapun, menurutnya, pembangunan kawasan harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem makro yang utuh antara pusat dan daerah.

​"Pengembangan harus dilihat sebagai satu ekosistem destinasi yang tidak terpisahkan. Maka, sinergi lintas daerah mutlak diperlukan dalam aspek percepatan investasi, penyederhanaan perizinan, peningkatan aksesibilitas infrastruktur, efektivitas promosi, penyediaan amenitas berstandar tinggi, hingga penguatan kapasitas SDM lokal," jelasnya, Minggu (16/8/26).

Investasi Perhotelan dan Wellness 

Langkah tersebut, jadi bahasan utama dalam Forum Investasi Kawasan Borobudur: Sinergi Lintas Daerah untuk Investasi Perhotelan dan Wellness di Gedung Keuangan Negara Yogyakarta, Kamis (13/8/26) lalu.

​Ia menambahkan, bahwa keterlibatan lintas sektor serta ketertarikan investor internasional menjadi modal penting bagi akselerasi kawasan.

​"Bagi BPOB, ini merupakan momentum penting untuk memperkenalkan potensi Borobudur Highland secara komprehensif sekaligus membuka peluang kerja sama strategis dengan investor internasional dalam bidang investasi perhotelan," ujar Yusuf.

Peluang pengembangan bisnis di kawasan ini turut memikat jejaring perhotelan internasional asal Eropa, Warwick Hotels and Resorts, yang menunjukkan ketertarikan untuk mendalami potensi pengembangan resor dan fasilitas wellness.

​Advisor Warwick Hotels and Resorts, Anton Sudaryanto, menilai kehadiran jaringan global dapat memberikan standar baru bagi industri pariwisata lokal.

​"Kehadiran dan minat investasi dari jejaring global seperti Warwick Hotels and Resorts ini diharapkan dapat menjadi pintu pembuka peluang bersama bagi seluruh daerah mitra dalam mengembangkan standar industri pariwisata dan investasi berkelas dunia di kawasan Borobudur," ungkapnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.