Inovasi Canggih Mahasiswa UGM: Kembangkan Pembayaran Digital Via Sidik Jari
GH News August 16, 2026 10:08 PM
Jakarta -

Metode pembayaran di Indonesia kini sudah memasuki era digital. Namun, ada sebuah tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berhasil melampaui inovasi terkini dengan membuat pembayaran digital berbasis sidik jari.

Dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), tim UGM mengusung ide tersebut yang diberi nama PolPay (Jempol Payment). Dengan PolPay, pengguna bisa melakukan transaksi tanpa kartu atau HP dengan memanfaatkan autentikasi biometrik.

Inovasi ini dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM, yaitu Tiara Ramadhani (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA) selaku ketua tim, Al Farabi Obiansyah (Teknik Mesin 2025/FT), Marcelino Budi Prakasya (Ilmu Komputer 2025/FMIPA), Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda (Elektronika dan Instrumentasi 2025/FMIPA), dan M. Rakhma Aifil Indira (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA), dengan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. sebagai dosen pembimbing.

Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional yang bergantung pada kartu atau perangkat seluler,PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Dengan begitu, pengguna dapat melakukanautentikasi menggunakan sidik jari, sementara proses verifikasi dilakukan melalui sistembiometrik yang dikembangkan oleh tim.

PolPay memanfaatkan teknologi edge computing untuk memproses data biometrik. Data kemudian dikirimkan ke server dalam bentuk terenkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) serta diamankan melalui protokol SSL/TLS.

Selain mengutamakan keamanan,PolPay dirancang sebagai alternatif sistem pembayaranbiometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi serupa yang membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi. Dengan konsep tersebut, tim mengembangkan teknologi pembayaran yang tidak bergantung pada kepemilikan kartu maupun telepon genggam dalam proses transaksi.

Salah satu anggota tim, Marcelino mengatakan Tim Polpay terus menemukan berbagai hal yang dapat disempurnakan selama proses perancangan. Menurutnya, penerapan privacy-preserved architecture dan edge computing architecture menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan pengguna.

"Pengembangan sistem ini membutuhkan riset yang mendalam dan waktu yang cukup panjang. Setiap hari, kami masih menemukan berbagai celah yang dapat diinovasikan, baik melalui pembaruan cara kerja software maupun penggunaan komponen yang lebih optimal," ujar Marcelino dalam laman UGM, Sabtu (15/8/2026).

Pengembangan Polpay sendiri telah memperoleh pendanaan dalam PKM bidang Karsa Cipta. Ke depan, Tim Polpay akan mempersiapkan perjalanan mereka ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) pada November mendatang.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.