TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado memetakan potensi gerakan tanah di Sulawesi Utara (Sulut) untuk Selasa, 18 Agustus 2026.
Peta menunjukkan wilayah Sulut memiliki tingkat potensi gerakan tanah yang bervariasi, mulai dari rendah, menengah hingga tinggi.
Area dengan warna hijau menunjukkan potensi rendah, kuning potensi menengah, sedangkan warna magenta menandakan potensi gerakan tanah tinggi.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Sulut 16 hingga 18 Agustus 2026
Sejumlah wilayah di kawasan Bolaang Mongondow dan sekitarnya tampak memiliki area dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi.
Masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan dan lereng, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor.
Kepulauan Talaud
Kepulauan Sangihe
Kepulauan Sitaro
Kota Manado
Minahasa Utara
Kota Bitung
Minahasa Selatan
Minahasa
Kota Tomohon
Bolaang Mongondow Utara
Bolaang Mongondow
Minahasa Tenggara
Bolaang Mongondow Selatan
Kota Kotamobagu
Bolaang Mongondow Timur
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini