Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat membantu proses pemulangan pria berinisial SH, warga Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo, yang menjadi korban penipuan tawaran pekerjaan hingga dibawa ke Kamboja.
SH akhirnya tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh pada Sabtu (15/8/2026), sebelum kemudian diantar ke Aceh Barat dan diserahkan kepada keluarganya di Desa Pasi Pinang.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM mengatakan, kasus tersebut bermula ketika SH mendapat tawaran bekerja di sebuah restoran di Malaysia dengan iming-iming gaji besar.
Namun, setelah tiba di luar negeri, SH justru dibawa ke Kamboja dan dipekerjakan pada bidang yang tidak sesuai dengan tawaran awal.
Korban juga disebut tidak menerima gaji selama bekerja.
“Akhirnya, dia lari dan menghubungi orangtuanya. Orangtuanya terus berikhtiar supaya anaknya bisa pulang dan sampailah kabar ke kami,” kata Tarmizi.
Baca juga: 8 Bulan Terjebak di Kamboja, Warga Langsa Korban Scam Dipulangkan Azhari Cage
Setelah menerima informasi tersebut, Pemkab Aceh Barat kemudian berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk membantu proses pemulangan korban.
Menurut Tarmizi, pemerintah daerah turut memberikan jaminan dan membantu biaya pemulangan SH dari Kamboja menuju Kuala Lumpur, Malaysia, hingga akhirnya dapat kembali ke Banda Aceh.
Dari Banda Aceh, korban kemudian dibawa ke Meulaboh bersama rombongan sebelum diserahkan kepada orangtuanya di Desa Pasi Pinang pada Sabtu sore.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tarmizi mengingatkan masyarakat Aceh Barat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri.
“Termasuk yang menjanjikan penghasilan besar melalui media sosial (medsos),” pesan Bupati Tarmizi.
Ia menilai, modus penipuan tenaga kerja semakin perlu diwaspadai karena tawaran pekerjaan dapat dengan mudah ditemukan melalui berbagai platform digital.
“Sekarang banyak sekali kasusnya. Kita takut nanti kejadiannya terjadi pada anak perempuan,” tukas dia.
Baca juga: Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Muhammad Rizki, Warga Aceh Korban TPPO yang Terlantar di Kamboja
“Syukur-syukur bisa selamat, tapi kalau dijual bagaimana. Human trafficking itu ngeri sekarang,” ujarnya.
Tarmizi meminta masyarakat tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan tanpa terlebih dahulu memastikan legalitas perusahaan, jenis pekerjaan, lokasi kerja, kontrak, serta prosedur keberangkatan.
Ia juga mengingatkan agar setiap rencana bekerja ke luar negeri diketahui keluarga dan ditempuh melalui jalur resmi untuk mencegah pekerja menjadi korban perdagangan orang atau penipuan.(*)