TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Pemerintah menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng terdampak gempa bumi magnitudo 7,7.
Rumah sakit lapangan tersebut disiapkan sebagai fasilitas kesehatan sementara untuk memastikan pelayanan kepada pasien dan masyarakat tetap berjalan selama RSUD Manggarai dalam penanganan.
Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Guncangan tersebut menyebabkan sejumlah bagian dan fasilitas RSUD Manggarai mengalami kerusakan.
Akibat kondisi tersebut, pelayanan pasien dan aktivitas administrasi rumah sakit untuk sementara dilakukan di area halaman RSUD Manggarai.
Kondisi RSUD Manggarai ditinjau Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: Update Korban Gempa Flores NTT: 53 Orang Meninggal, 137 Luka-luka, Ribuan Mengungsi
Dalam kunjungan itu, Pratikno berdialog dengan jajaran RSUD Manggarai dan pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi pelayanan serta kebutuhan yang diperlukan setelah gempa.
Dari hasil peninjauan tersebut, Pratikno mengarahkan BNPB untuk segera membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal. Lokasi itu dipilih karena dinilai cukup aman dan strategis untuk menjadi tempat pelayanan kesehatan sementara.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB akan segera membangun rumah sakit lapangan sebagai solusi alternatif layanan kesehatan sementara RSUD Manggarai,” ujar Pratikno.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pembangunan rumah sakit lapangan akan segera dilakukan. BNPB juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Manggarai dan pihak terkait lainnya.
“Kita segera bangun dan akan terus berkoordinasi. Sesuai arahan Bapak Menko, kita juga akan memberikan dukungan lainnya, termasuk kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” kata Suharyanto.
Selain membangun rumah sakit lapangan, BNPB akan memberikan dukungan terhadap penanganan infrastruktur RSUD Manggarai yang mengalami kerusakan.
Baca juga: TNI-Polri Evakuasi Puluhan Pasien Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo ke Tenda Darurat Pascagempa
Langkah tersebut dilakukan agar fasilitas kesehatan dapat kembali berfungsi secara bertahap sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat segera dipulihkan.
Pratikno juga meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai melakukan pendataan secara akurat terhadap dampak gempa.
Pendataan tersebut mencakup kondisi masyarakat terdampak, kebutuhan warga, serta kerusakan fasilitas pelayanan publik.
“Kami minta pendataan ini segera dilakukan secara akurat, sehingga berbagai dukungan yang dibutuhkan dapat segera kita laksanakan,” tutur Pratikno.
Pemerintah melalui BNPB, pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga terkait akan melanjutkan penanganan pascagempa secara terpadu. Prioritas penanganan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar warga, keberlangsungan pelayanan kesehatan, serta pemulihan fasilitas publik yang terdampak gempa bumi.