Pengantin Wanita Tak Mau Berhubungan Intim setelah Menikah, Pria Ini Curigai Jenis Kelamin Istrinya
Randy P.F Hutagaol August 17, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria berusia 32 tahun laporkan istri dan keluarganya dengan tudingan melakukan penipuan.

Tudingan itu ia layangkan setelah dirinya mencurigai identitas gender istrinya.

Ia menuding istri dan keluarganya sengaja menyembunyikan identitas gender tersebut sebelum pesta pernikahan digelar.

Dilansir dari The Times of India, Minggu (16/8/2026) kejadian viral ini diketahui terjadi di Shajapur, Madhya Pradesh, India.

Laporan itu dibuat sekitar 25 hari setelah keduanya menikah.

Polisi kemudian mendaftarkan kasus terhadap lima anggota keluarga pihak perempuan.

Namun, polisi menegaskan bahwa tuduhan tersebut hingga kini belum terbukti.

Status gender pasangan tersebut disebut baru dapat dipastikan melalui pemeriksaan medis.

Kasus bermula dari pernikahan pria yang bekerja sebagai penjual sayuran itu dengan seorang perempuan asal Pachore, distrik Rajgarh.

Menurut pengaduan, perkenalan kedua keluarga berawal dari seorang tetangga yang menjadi perantara.

Keluarga pria awalnya berencana menggelar pernikahan pada tahun berikutnya.

Namun, pihak keluarga calon pengantin perempuan disebut meminta agar pernikahan dilangsungkan lebih cepat.

Keduanya akhirnya menikah di sebuah kuil dengan mengikuti ritual Hindu.

Keluarga pengantin pria mengaku telah menghabiskan sekitar Rp 100 juta untuk keperluan pernikahan.

Selain itu, mereka juga mengklaim menyerahkan uang tunai sekitar Rp 20 juta kepada keluarga pihak perempuan.

Namun setelah menikah, pasangan tersebut disebut belum melakukan hubungan intim.

Bahkan pada malam pertama pernikahan mereka, keduanya menghabiskan waktu dengan beristirahat.

Dalam pengaduannya, pria tersebut mengatakan istrinya memiliki banyak alasan untuk menghindari hubungan intim.

"Pada malam pernikahan, dia mengaku sedang menstruasi," ucap pria tersebut.

"Keesokan harinya, ia kembali disebut mengeluhkan sakit perut."

Hingga akhirnya beberapa hari setelah pernikahan mereka, istrinya kembali ke rumah orang tuanya.

"Ia baru kembali ke rumah sekitar 20 hari kemudian," ucapnya.

Namun, kepulangan tersebut justru membuat keluarga pengantin pria semakin curiga.

Kecurigaan itu muncul setelah adik ipar pria tersebut diduga melihat sang istri sedang mencukur rambut di bagian wajahnya.

Keluarga kemudian mulai mempertanyakan identitas gender perempuan tersebut.

Pengantin pria akhirnya menuduh keluarga istrinya telah menyembunyikan fakta mengenai identitas gender tersebut sebelum pernikahan.

Keluarga pria disebut menghadapi sang istri dan menghubungi kerabatnya.

Mereka meminta agar perempuan tersebut dibawa kembali ke rumah keluarganya.

Namun, menurut pengaduan, sejumlah kerabat pihak perempuan menolak permintaan tersebut.

Bahkan keluarga pihak perempuan terlibat pertengkaran dengan keluarga pengantin pria.

Mereka menyerang serta melontarkan kata-kata kasar kepada anggota keluarga pihak pria.

Sehari setelah kejadian, polisi mendaftarkan kasus terhadap lima anggota keluarga pihak perempuan.

Petugas juga menegaskan bahwa dugaan mengenai identitas gender pasangan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kecurigaan keluarga.

“Apakah orang tersebut transgender hanya dapat dikonfirmasi setelah pemeriksaan medis,” kata polisi.

Untuk saat ini, polisi masih menangani laporan tersebut dan melakukan penyelidikan terhadap seluruh tuduhan yang disampaikan pihak pengantin pria.

(cr19/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.