Rakor Penanganan Gempa NTT, Kemensos Pastikan Kebutuhan Dasar Warga Terpenuhi
Mochamad Dipa Anggara August 17, 2026 12:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, MANGGARAI – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dipenuhi melalui percepatan distribusi logistik dan pengadaan bantuan di lokasi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menghadiri rapat koordinasi penanganan gempa bumi NTT di Posko Utama Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026).

Rapat koordinasi yang berlangsung secara hybrid tersebut membahas kondisi terkini serta langkah percepatan penanganan tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Rakor dihadiri Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Sari Yuliati, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BNPB, Basarnas, dan sejumlah BUMN.

Agus Jabo mengatakan Kemensos mengoptimalkan tiga gudang logistik yang berada di wilayah NTT, yakni Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT.

Namun, distribusi logistik melalui jalur laut sempat terkendala kondisi gelombang yang membuat kapal pengangkut belum dapat bergerak optimal.

"Kemensos memiliki tiga gudang, yang dua ada di Kupang, satu di Sentra Efata dan satu di Dinsos Provinsi. Sejak kemarin barang sudah siap, tetapi karena ada kondisi kapal tidak bisa berlayar, maka pada malam hari ini baru bergerak," ujar Agus Jabo.

Untuk mengantisipasi kendala distribusi, Kemensos menyiapkan alternatif dengan melakukan pengadaan langsung di sejumlah wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi tanpa harus menunggu seluruh logistik dari gudang tiba.

Bantuan yang diprioritaskan meliputi bahan makanan, tenda pengungsian, selimut, pakaian, serta kebutuhan khusus perempuan dan anak-anak.

"Yang kita distribusikan mulai dari bahan-bahan permakanan, kemudian logistik. Logistik itu mulai dari tenda, kemudian selimut, termasuk bagian ibu-ibu, bagian anak-anak," katanya.

Selain bantuan logistik, Kemensos menyiapkan pengadaan 48 ton beras melalui kerja sama dengan Bulog setempat untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Kemensos juga mengoperasikan dapur umum di sejumlah wilayah dengan jumlah pengungsi cukup banyak, di antaranya Nagekeo, Sikka, dan Manggarai. Total produksi makanan yang disiapkan melalui dapur umum tersebut mencapai 168.854 porsi untuk kebutuhan selama tujuh hari.

Santunan korban gempa

Kemensos juga mulai menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa.

Agus Jabo mengatakan, dua ahli waris yang telah teridentifikasi masing-masing menerima santunan sebesar Rp15 juta.

"Secara simbolis yang teridentifikasi itu dua orang. Jadi kita sudah berikan masing-masing ahli waris Rp15 juta. Dan nanti begitu data sudah disinkronisasi, akan segera kita berikan," ujarnya.

Menurut Agus Jabo, penyaluran santunan berikutnya akan dilakukan setelah data korban meninggal dunia disinkronisasi dan diverifikasi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait.

Kemensos juga akan menyesuaikan pola distribusi bantuan dengan kondisi geografis dan akses menuju lokasi terdampak.

Untuk wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut, Kemensos akan melakukan pengadaan kebutuhan di lokasi dan berkoordinasi dengan BNPB apabila diperlukan dukungan transportasi udara.

"Kita akan berusaha sekuat-kuatnya supaya kebutuhan-kebutuhan dasar di titik-titik bencana kita lakukan dengan cepat, sampai menunggu proses datangnya logistik dari gudang-gudang yang kita kirim melalui jalur laut," kata Agus Jabo.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 telah diikuti 995 kali gempa susulan. Sejumlah gempa susulan tercatat signifikan dengan kekuatan hingga magnitudo 6,2.

Berdasarkan data sementara per 16 Agustus 2026, enam kabupaten di Pulau Flores terdampak gempa dengan total korban meninggal dunia mencapai 53 orang. Rinciannya, Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka empat orang, Ende dua orang, Manggarai Barat satu orang, dan Ngada satu orang.

BNPB juga melaporkan tambahan korban di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Tim akan melakukan asesmen untuk memastikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Dari sisi kerusakan, tercatat 299 rumah rusak berat, 65 rumah rusak sedang, dan 50 rumah rusak ringan. Data tersebut masih diperbarui berdasarkan hasil asesmen di lapangan.

Penanganan juga diarahkan pada pemulihan layanan dasar. Rumah Sakit Umum Daerah Manggarai dilaporkan mengalami kerusakan sehingga pelayanan dilakukan secara terbatas. Kementerian Kesehatan akan mengirimkan rumah sakit lapangan menggunakan pesawat Hercules.

Selain itu, kementerian/lembaga bersama BUMN terus berkoordinasi untuk memulihkan pasokan listrik, ketersediaan BBM, serta jaringan komunikasi di wilayah terdampak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.