Gunung Anak Krakatau Erupsi Tujuh Kali, Status Masih Siaga
taryono August 17, 2026 08:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi tujuh kali pada Senin (17/8/2026) dini hari hingga pagi.

Baca juga: Panen Akbar Melon Langsung dari Pohon di Gabe Farm Pringsewu, Catat Tanggalnya

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 01.30 WIB.

"Visual letusan tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 57 mm dan durasi 36 detik," kata Suwarno, Senin (17/8/2026).

Lima erupsi berikutnya terjadi pada pukul 02.13 WIB, 03.04 WIB, 03.29 WIB, 04.05 WIB, dan 04.20 WIB.

Erupsi pada pukul 02.13 WIB tercatat dengan amplitudo maksimum 61 mm dan durasi 53 detik. Selanjutnya, erupsi pukul 03.04 WIB memiliki amplitudo maksimum 64 mm dengan durasi 55 detik.

Kemudian, erupsi pada pukul 03.29 WIB tercatat dengan amplitudo maksimum 57 mm dan durasi 43 detik. Aktivitas berikutnya pada pukul 04.05 WIB memiliki amplitudo maksimum 58 mm dengan durasi 38 detik.

Sementara itu, erupsi pukul 04.20 WIB tercatat dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi 27 detik.

Erupsi ketujuh terjadi pukul 06.26 WIB dan menjadi erupsi dengan aktivitas visual yang paling jelas.

Pada erupsi tersebut, teramati kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal teramati mengarah ke utara dan barat laut.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 57 mm dan durasi 107 detik.

Dengan peningkatan aktivitas tersebut, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, wisatawan, dan nelayan di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau diminta tetap waspada serta mematuhi batas radius bahaya yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi.

Masyarakat juga diimbau mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi dari pihak berwenang untuk mengantisipasi potensi bahaya vulkanik.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.