Update Data Korban dan Kerusakan Gempa Flores, 53 Meninggal
Hari Susmayanti August 17, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, FLORES – Berikut update terbaru jumlah korban dan kerusakan gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur hingga Minggu (16/8/2026) sore pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa dalam peristiwa memilukan tersebut mencapai 53 orang.

Sementara korban luka sebanyak 137 orang.

Adapun 53 korban jiwa ini tersebar di sejumlah kabupaten.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, Manggarai Timur sebanyak 20 orang.

Selanjutnya Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo sebanyak 1 orang, Sikka 4 orang dan Ende 2 orang.

"Dengan rincian Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers secara virtual, Minggu (16/8/2026) sore dikutip dari Tribunnews.com.

Sementara untuk korban luka terdiri dari 12 orang dari Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai sebanyak 17 orang luka berat dan 20 orang luka ringan.

Selanjutnya Manggarai Timur ada 21 orang luka berat dan 59 orang luka ringan.

Lalu Kabupaten Manggarai ada 6 orang luka berat.

Selain korban meninggal dunia, petugas gabungan dari BNPB, TNI, Polri, dan relawan terus mengevakuasi serta memberikan perawatan medis bagi warga yang mengalami luka-luka. 

Sementara itu, proses pendataan pengungsi akibat gempa NTT masih terus berjalan. 

Hingga Minggu sore, sebanyak 5.488 jiwa tercatat mengungsi di posko terpusat, dan 171 jiwa lainnya memilih mengungsi secara mandiri. 

Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum 

Guncangan gempa kuat yang berpusat di 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB tersebut juga merusak ribuan bangunan. 

Data sementara BNPB mencatat kerusakan infrastruktur permukiman di Provinsi NTT meliputi 1.543 unit rumah rusak berat, 328 unit rusak sedang, dan 532 unit rusak ringan. 

Namun, dalam pemutakhiran verifikasi lapangan hari kedua, BNPB mencatat setidaknya 154 rumah rusak berat, 49 rusak sedang, dan 38 rusak ringan yang sudah terverifikasi secara pasti. 

"Jadi kalau untuk data rumah rusak ini pasti akan dinamis. Karena biasanya di hari pertama itu pencatatan kita lakukan hanya berbasiskan pada laporan di lapangan, laporan visual dan seterusnya," ujar Abdul Muhari.

Ia menambahkan, tim gabungan telah diterjunkan ke kabupaten/kota terdampak untuk melakukan validasi data secara menyeluruh. 

Baca juga: Duka untuk Flores, Tokoh Batak di Jogja Serukan Gotong Royong Nasional Bantu Korban Gempa NTT

Selain rumah warga, kerusakan fasilitas umum tercatat mencakup: 

Fasilitas Pendidikan: 87 unit 

Tempat Ibadah: 50 unit 

Kantor Pemerintahan: 76 unit

Fasilitas umum lainnya 

Pembersihan material tanah longsor yang memutus akses jalan pascagempa terus dikejar oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Salah satu titik krusial di Kecamatan Reo kini sudah mulai terkendali.

"Per sore ini, ruas jalan di KM 49 Kecamatan Reo sudah dapat dilalui truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM)," kata Abdul Muhari. 

Sebelumnya, material batu besar menutupi ruas jalan tersebut.

Kementerian PU telah menyingkirkannya sehingga distribusi logistik dan BBM dapat berjalan lancar. 

Pemerintah menargetkan seluruh jalur jalan yang tertutup longsor, termasuk di Trans Flores Ende-Bajawa (Nangaba) dan kilometer 17 arah timur Kota Ende, dapat pulih sepenuhnya. 

"Untuk titik-titik jalan lainnya yang sempat terdampak atau tertimbun longsor, tadi dilaporkan oleh Bapak Menteri PU hampir seluruhnya saat ini sudah selesai fase pembersihan. Kita harapkan kalau tidak hari ini, maksimal besok titik-titik jalur jalan terdampak longsor sebelumnya yang tidak bisa dilalui, bisa dilalui," tutur Abdul. 

Di sisi lain, pemulihan jaringan listrik yang sempat padam total (blackout) pada Sabtu pagi menunjukkan perkembangan positif.

“Tadi juga sempat disampaikan oleh Dirut PLN bahwa di beberapa titik dan wilayah yang kemarin pada hari pertama pascagempa ini mengalami blackout, per hari ini itu sudah bisa dinyalakan kembali,” lanjutnya. 

Penyaluran Bantuan Logistik Bencana 

Untuk mempercepat penanganan darurat gempa NTT, Kepala BNPB bersama jajaran menteri terkait telah berkantor di lokasi bencana. 

Bantuan logistik dari Presiden RI pun mulai disalurkan secara bertahap. 

Dari total 50.000 paket sembako yang disiapkan, sebanyak 4.925 paket tahap pertama telah tiba di lokasi. 

Rincian pendistribusian logistik tahap awal: 

Via Posko Labuan Bajo (3.200 paket): 

Kabupaten Manggarai Barat: 550 paket Kabupaten Manggarai: 1.000 paket Kabupaten Manggarai Timur: 550 paket Kabupaten Ngada: 550 paket 

Wilayah Niko: 550 paket

Via Posko Maumere (1.725 paket): Kabupaten Sikka: 1.000 paket 

Kabupaten Ende: 725 paket 

Adapun sisa bantuan sebanyak 45.075 paket sembako dijadwalkan kembali dikirimkan mulai Minggu sore untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi gempa NTT. 


Percakapan dengan Gemini
Buatkan data jumlah korban meninggal, luka dankerusakan dari bahanini Sejumlah warga Dusun Koro, Desa Reroroja, Kabupaten Sikka mengungsi ke sekolah pasca gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) (Kompas.com/Seraphinus Sandi)

TRIBUNJOGJA.COM, FLORES – Berikut update terbaru jumlah korban dan kerusakan gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur hingga Minggu (16/8/2026) sore pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa dalam peristiwa memilukan tersebut mencapai 53 orang.

Sementara korban luka sebanyak 137 orang.

Adapun 53 korban jiwa ini tersebar di sejumlah kabupaten.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, Manggarai Timur sebanyak 20 orang.

Selanjutnya Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo sebanyak 1 orang, Sikka 4 orang dan Ende 2 orang.

"Dengan rincian Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers secara virtual, Minggu (16/8/2026) sore dikutip dari Tribunnews.com.

Sementara untuk korban luka terdiri dari 12 orang dari Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai sebanyak 17 orang luka berat dan 20 orang luka ringan.

Selanjutnya Manggarai Timur ada 21 orang luka berat dan 59 orang luka ringan.

Lalu Kabupaten Manggarai ada 6 orang luka berat.

Selain korban meninggal dunia, petugas gabungan dari BNPB, TNI, Polri, dan relawan terus mengevakuasi serta memberikan perawatan medis bagi warga yang mengalami luka-luka. 

Sementara itu, proses pendataan pengungsi akibat gempa NTT masih terus berjalan. 

Hingga Minggu sore, sebanyak 5.488 jiwa tercatat mengungsi di posko terpusat, dan 171 jiwa lainnya memilih mengungsi secara mandiri. 

Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum 

Guncangan gempa kuat yang berpusat di 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB tersebut juga merusak ribuan bangunan. 

Data sementara BNPB mencatat kerusakan infrastruktur permukiman di Provinsi NTT meliputi 1.543 unit rumah rusak berat, 328 unit rusak sedang, dan 532 unit rusak ringan. 

Namun, dalam pemutakhiran verifikasi lapangan hari kedua, BNPB mencatat setidaknya 154 rumah rusak berat, 49 rusak sedang, dan 38 rusak ringan yang sudah terverifikasi secara pasti. 

"Jadi kalau untuk data rumah rusak ini pasti akan dinamis. Karena biasanya di hari pertama itu pencatatan kita lakukan hanya berbasiskan pada laporan di lapangan, laporan visual dan seterusnya," ujar Abdul Muhari.

Ia menambahkan, tim gabungan telah diterjunkan ke kabupaten/kota terdampak untuk melakukan validasi data secara menyeluruh. 

Selain rumah warga, kerusakan fasilitas umum tercatat mencakup: 

Fasilitas Pendidikan: 87 unit 

Tempat Ibadah: 50 unit 

Kantor Pemerintahan: 76 unit

Fasilitas umum lainnya 

Pembersihan material tanah longsor yang memutus akses jalan pascagempa terus dikejar oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Salah satu titik krusial di Kecamatan Reo kini sudah mulai terkendali.

"Per sore ini, ruas jalan di KM 49 Kecamatan Reo sudah dapat dilalui truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM)," kata Abdul Muhari. 

Sebelumnya, material batu besar menutupi ruas jalan tersebut.

Kementerian PU telah menyingkirkannya sehingga distribusi logistik dan BBM dapat berjalan lancar. 

Pemerintah menargetkan seluruh jalur jalan yang tertutup longsor, termasuk di Trans Flores Ende-Bajawa (Nangaba) dan kilometer 17 arah timur Kota Ende, dapat pulih sepenuhnya. 

"Untuk titik-titik jalan lainnya yang sempat terdampak atau tertimbun longsor, tadi dilaporkan oleh Bapak Menteri PU hampir seluruhnya saat ini sudah selesai fase pembersihan. Kita harapkan kalau tidak hari ini, maksimal besok titik-titik jalur jalan terdampak longsor sebelumnya yang tidak bisa dilalui, bisa dilalui," tutur Abdul. 

Di sisi lain, pemulihan jaringan listrik yang sempat padam total (blackout) pada Sabtu pagi menunjukkan perkembangan positif.

“Tadi juga sempat disampaikan oleh Dirut PLN bahwa di beberapa titik dan wilayah yang kemarin pada hari pertama pascagempa ini mengalami blackout, per hari ini itu sudah bisa dinyalakan kembali,” lanjutnya. 

Penyaluran Bantuan Logistik Bencana 

Untuk mempercepat penanganan darurat gempa NTT, Kepala BNPB bersama jajaran menteri terkait telah berkantor di lokasi bencana. 

Bantuan logistik dari Presiden RI pun mulai disalurkan secara bertahap. 

Dari total 50.000 paket sembako yang disiapkan, sebanyak 4.925 paket tahap pertama telah tiba di lokasi. 

Rincian pendistribusian logistik tahap awal: 

Via Posko Labuan Bajo (3.200 paket): 

Kabupaten Manggarai Barat: 550 paket Kabupaten Manggarai: 1.000 paket Kabupaten Manggarai Timur: 550 paket Kabupaten Ngada: 550 paket 

Wilayah Niko: 550 paket

Via Posko Maumere (1.725 paket): Kabupaten Sikka: 1.000 paket 

Kabupaten Ende: 725 paket 

Adapun sisa bantuan sebanyak 45.075 paket sembako dijadwalkan kembali dikirimkan mulai Minggu sore untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi gempa NTT. 

Berikut adalah rangkuman data mengenai jumlah korban meninggal, korban luka, pengungsi, serta kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (per Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB):

1. Data Korban Jiwa (Meninggal Dunia)

Total Korban Meninggal: 53 Jiwa

Kabupaten Manggarai 25 jiwa

Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa

Kabupaten Sikka 4 jiwa

Kabupaten Ende 2 jiwa

Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa

Kabupaten Nagekeo 1 jiwa

2. Data Korban Luka-Luka

Total Korban Luka: 137 Orang

Kabupaten Manggarai Timur: 80 orang (21 luka berat, 59 luka ringan)

Kabupaten Manggarai: 43 orang (23 luka berat, 20 luka ringan)

Kabupaten Sikka: 12 orang

(Catatan: Rincian Manggarai mencakup laporan awal 17 luka berat + 20 luka ringan serta tambahan 6 luka berat).

3. Data Pengungsi

Total Pengungsi: 5.659 Jiwa

Posko Terpusat: 5.488 jiwa

Pengungsian Mandiri: 171 jiwa

4. Data Kerusakan Bangunan & Fasilitas Umum

A. Kerusakan Permukiman / Rumah Warga

Data Sementara Laporan Visual:

Rusak Berat: 1.543 unit

Rusak Sedang: 328 unit

Rusak Ringan: 532 unit

Total: 2.403 unit

Data Hasil Verifikasi Lapangan Hari Ke-2 (Pasti):

Rusak Berat: 154 unit

Rusak Sedang: 49 unit

Rusak Ringan: 38 unit

Total Terverifikasi: 241 unit (pendataan masih terus berjalan secara dinamis)

B. Kerusakan Fasilitas Umum

Fasilitas Pendidikan: 87 unit

Kantor Pemerintahan: 76 unit

Tempat Ibadah: 50 unit

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.