PSIM Yogyakarta Hadapi Tantangan Baru Super League 2026/2027
Iwan Al Khasni August 17, 2026 09:14 AM

 

Tribunjogja.com Yogyakarta - Setelah sukses menjalani musim debut di kasta tertinggi dengan finis di posisi ke-11, PSIM Yogyakarta kini bersiap menghadapi tantangan berbeda di Super League 2026/2027. 

Laskar Mataram melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan kualitas skuad.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah kedatangan enam pemain asing baru untuk memperkuat tim besutan Jean-Paul van Gastel.

Sikap Realistis Van Gastel

Meski mendatangkan legiun asing anyar, Van Gastel memilih tidak terburu-buru menyebut skuad musim ini lebih baik dibandingkan musim lalu.

“Sulit untuk dikatakan. Kami mendatangkan pemain yang berbeda karena merasa perlu menambah kualitas. Mari kita lihat nanti apakah keputusan itu tepat atau tidak,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, hasil nyata baru bisa dinilai setelah kompetisi berjalan.

Kondisi Tim dan Tantangan

Van Gastel menyebut suasana tim dalam tiga pekan terakhir berjalan positif. 

Energi para pemain masih terjaga seperti musim sebelumnya. Namun, ia menyadari tantangan besar akan muncul ketika harus menentukan siapa yang masuk maupun tidak dalam starting XI.

“Nanti akan ada saatnya saya harus menentukan siapa yang bermain dan siapa yang tidak. Menarik melihat bagaimana tim merespons situasi itu,” katanya.

Modal Musim Lalu

Pengalaman musim debut menjadi modal penting bagi PSIM. Van Gastel menilai kekompakan menjadi salah satu kekuatan utama tim.

“Musim lalu kami menjadi satu tim yang solid dan semua orang menjalankan tugasnya dengan baik. Saya harap itu berlanjut,” ucapnya.

Van Gastel enggan memberikan jaminan PSIM akan meraih hasil lebih baik musim ini. Ia memilih bersikap realistis mengingat persaingan Super League semakin ketat.

Menurutnya, tantangan musim ini bukan hanya berasal dari persaingan antartim. Kehadiran Piala Liga serta banyaknya jeda kompetisi membuat PSIM harus menghadapi situasi berbeda dibandingkan musim lalu.

“Liga akan lebih kompetitif dan lebih menantang dengan adanya Piala Liga. Banyak jeda kompetisi, jadi musim ini akan berbeda dengan tantangan yang berbeda pula,” tutur Van Gastel.

PSIM Yogyakarta memasuki musim kedua di Super League dengan skuad multinasional yang lebih beragam. 

Meski penuh optimisme, Van Gastel tetap realistis menghadapi persaingan yang semakin ketat. 

Tantangan terbesar bukan hanya soal kualitas pemain, tetapi juga bagaimana menjaga kekompakan tim di tengah dinamika kompetisi. (Mur)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.