JLS Jember-Banyuwangi Dilanjutkan Akhir 2026, Pemerintah Pusat Kucurkan Anggaran Rp3 Triliun
Ndaru Wijayanto August 17, 2026 10:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemerintah Pusat bakal melanjutkan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) pada trase Jember-Banyuwangi, Jawa Timur dengan alokasi anggaran mencapai Rp3 triliun.

Pembangunan lanjutan tersebut direncanakan dimulai pada akhir 2026, khususnya untuk ruas Puger-Ambulu-Tempurejo di Kabupaten Jember yang nantinya tersambung hingga Malangsari-Kendenglembu, Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan Pemkab Jember akan mengawal keberlanjutan proyek JLS yang melintasi Kabupaten Jember.

Menurutnya, langkah diplomasi dan pengawalan aktif yang dilakukan pemerintah daerah berhasil memastikan keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut dengan alokasi anggaran sebesar Rp 3 triliun dari Pemerintah Pusat.

Gus Fawait menyebut pengerjaan fisik lanjutan JLS dijadwalkan kembali bergulir pada akhir tahun ini.

"Proyek ini memang bersumber dari Pemerintah Pusat, tetapi realiasasinya tidak lepas dari ikhtiar gigih Pemerintah Kabupaten Jember, mendorong terus agar pembangunan JLS dituntaskan sehingga antardaerah saling terhubung," ujar Gus Fawait saat kegiatan Pro Gus e di Kecamatan Puger, Minggu (16/8/2026) sore.

Menurutnya, konektivitas antardaerah melalui JLS diproyeksikan bakal menjadi penggerak utama bagi roda perekonomian masyarakat kawasan pesisir selatan Jawa.

Terbukanya aksesibilitas antarwilayah tidak hanya mempermudah mobilitas barang dan jasa, tetapi juga diyakini memicu efek berantai (multiplier effect) terhadap masuknya arus investasi regional maupun nasional.

Gus Fawait menilai, sejumlah kawasan strategis dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang telah disiapkan desa-desa sekitar, misalnya, fasilitas KDMP yang disebutnya sebagai langkah intuitif yang visioner.

"Ketika jalur JLS ini resmi tersambung penuh, pusat-pusat keramaian baru akan tumbuh pesat," tegasnya.

Dia optimistis jika JLS sudah tersambung antarkabupaten, investor akan melirik kawasan selatan karena kawasan ini memiliki potensi besar.

Fawait menegaskan juga, Pemkab Jember memastikan akan terus bersinergi dengan kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto guna menjamin seluruh percepatan infrastruktur di pesisir selatan Jember berjalan tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sosialisasi Pengadaan Tanah

Salah satu langkah yang dilakukan sebelum pembangunan JLS ruas Jember - Banyuwangi ini dilanjutkan, Pemprov Jember dan Pemprov Jatim melakukan sosialisasi.

Satu di antaranya adalah sosialisasi rencana pengadaan tanah pembangunan JLS yang digelar di Balai Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Rabu (5/8/2026).

Sosialisasi ini dilakukan di Kecamatan Ambulu, karena wilayah ini termasuk daerah yang bakal terdampak pembangunan ruas JLS Jember-Banyuwangi.

Mengutip dari PPID Kabupaten Jember, kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jawa Timur Lilik Pudjiastuti, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember,

Plt. Camat Ambulu Fahrul Asrori, serta Kepala Desa Sumberejo Riono Hadi.

Turut hadir perangkat desa, tokoh masyarakat, dan puluhan warga yang lahannya masuk dalam pemetaan jalur pembangunan.

Dalam sosialisasi tersebut, jajaran Pemprov Jatim dan Pemkab Jember memaparkan secara mendetail mengenai tujuan proyek JLS. 

Tahapan yang disampaikan meliputi proses inventarisasi dan identifikasi bidang tanah, mekanisme penilaian ganti kerugian oleh tim penilai (appraisal) independen, hingga tata cara musyawarah yang transparan sesuai peraturan perundang-undangan.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otoda Setda Provinsi Jawa Timur, Lilik Pudjiastuti, menegaskan seluruh proses pengadaan tanah akan mengedepankan prinsip keterbukaan, keadilan, dan kepastian hukum.

"Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai seluruh tahapan pengadaan tanah, sehingga pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuai regulasi," ujar Lilik dikutip dari laman PPID Kabupaten Jember.

Plt. Camat Ambulu Fahrul Asrori menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal proyek strategis nasional ini. 

Pemerintah Kecamatan Ambulu berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa serta seluruh pemangku kepentingan agar proses pengadaan tanah berjalan kondusif.

"JLS ini adalah angin segar bagi aksesibilitas kawasan selatan Jember, khususnya di Ambulu," ujar Asrori.

Dia berharap masyarakat dapat mendukung setiap tahapan, tetap mengedepankan musyawarah dan komunikasi yang harmonis.

JLS Jember-Banyuwangi Belum Tersambung

Jalur Lintas Selatan (JLS), salah satu proyek nasional di Jawa Timur.

JLS di ruas Jawa Timur memanjang mulai dari Pacitan hingga Banyuwangi sepanjang 628 kilometer.

JLS pesisir selatan Jatim melintasi KAbupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

JLS sisi kawasan barat, seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Malang relatif sudah tersambung.

Begitu juga dengan Kabupaten Lumajang dan Jember, yang tersambung di Kecamatan Yowilangun Lumajang dengan Kecamatan Jombang dan Kencong, Kabupaten Jember.

Namun JLS di sisi kawasan timur, yakni Jember-Banyuwangi belum tersambung.

Ruas JLS Jember - Lumajang terhenti di Kecamatan Puger, tepatnya di area menara suar Puger.

Dari Puger ke timur yakni ke Kecamatan Ambulu hingga ke Sanenrejo Kecamatan Tempurejo belum tersambung.

Apalagi, di kawasan ini ada dua Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni DAS Bedadung dan DAS Kali Mayang.

Keseluruhan panjang ruas JLS di Kabupaten Jember adalah 91,55 kilometer. Ruas yang sudah terbangun dan tersambung sepanjang 32,10 kilometer, mulai dari Jombang-Kencong-Puger.

Sedangkan yang belum tersambung sepanjang 59,45 kilometer mulai dari Puger-Ambulu-Tempurejo.

Sepanjang wilayah ini kombinasi antara area pesisir, DAS, perkebunan, dan hutan, juga lahan penduduk.

Dari Sanenrejo, JLS akan tersambung dengan Malangsari, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.