Dosen Unsulbar Latih Ibu-ibu PKK Desa Tammajarra Olah Daging Ayam Jadi Sumber Ekonomi Produktif
Nurhadi Hasbi August 17, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sebanyak 20 ibu-ibu PKK Desa Tammajarra, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, mengikuti pelatihan diversifikasi produk olahan daging ayam di Balai Desa setempat, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan ini digagas oleh tim dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat yang dipimpin Weny Dwi Ningtyas, S.Pt., M.Si., bersama anggota Nita Adillah Pratiwi, S.Pt., M.Si., dalam skema pengabdian hilirisasi.

Desa Tammajarra dikenal memiliki potensi besar di sektor peternakan ayam kampung dan ayam ras pedaging.

Hampir setiap kepala keluarga memelihara 5-15 ekor ayam sehingga pasokan daging lokal melimpah.

Baca juga: Tim Dosen Peternakan Unsulbar Latih Peternak Produksi Pakan Kambing Olahan dan Pupuk Cair Organik

Namun, potensi ini belum dimaksimalkan menjadi sumber ekonomi produktif, terutama bagi kaum perempuan.

Ibu-ibu PKK sebagai mitra sasaran selama ini mengalami stagnasi kegiatan dengan keterbatasan keterampilan, sarana, dan akses pelatihan.

Padahal, mereka memiliki waktu luang yang dapat dialihkan ke usaha produktif.

Dosen Unsulbar Latih Pengolahan Daging Ayam

Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan mengolah daging ayam menjadi bakso dan nugget sebagai produk bernilai tambah yang diminati pasar.

Dengan lokasi desa yang dekat dengan pusat kecamatan dan akses pasar tradisional yang terbuka, produk olahan ini berpeluang dikembangkan hingga skala UMKM.

“Kami ingin ibu-ibu PKK tidak hanya konsumen, tetapi juga pelaku usaha yang mandiri. Diversifikasi ini diharapkan meningkatkan pendapatan rumah tangga dan menggerakkan ekonomi kreatif berbasis pangan lokal,” ujar Weny Dwi Ningtyas, kepada media ini.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan praktik langsung pembuatan bakso dan nugget. Antusiasme peserta tinggi. Mereka berharap pelatihan serupa terus berlanjut.

Dengan inovasi ini, Desa Tammajarra optimistis mampu menciptakan lapangan usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga yang selama ini kurang tersentuh program pemberdayaan.

Pengabdian ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali peran ibu-ibu PKK sekaligus menjawab tantangan ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal yang selama ini terpendam.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.