TRIBUNJATIM.COM - Keteguhan hati Alif, siswa SMPN 13 Baubau, Sulawesi Tenggara, menyentuh perhatian publik.
Di tengah kabar duka atas meninggalnya sang ibu, Alif memilih tetap melanjutkan lomba Gerak Jalan Indah (GJI) hingga mencapai garis finis.
Kisah Alif kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE.
Pada Jumat (14/8/2026), Yusran bersama Sekda Kota Baubau, jajaran Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, BPBD, Camat Sorawolio, serta lurah mendatangi kediaman Alif.
Dalam pertemuan tersebut, Yusran menyampaikan rasa bangga sekaligus keprihatinan atas keteguhan Alif menghadapi kehilangan sang ibu di tengah perjuangannya mengikuti perlombaan.
Ia mengakui sikap tanggung jawab Alif terhadap tim gerak jalan sekolahnya.
Menurutnya, keputusan Alif untuk tetap mengikuti GJI bukan berarti mengabaikan kedukaan yang sedang dialaminya.
Namun, sikap tersebut menunjukkan besarnya rasa tanggung jawab Alif terhadap teman-temannya dalam barisan.
"Ini luar biasa, dalam kondisi seperti itu, dia masih punya semangat dan rasa tanggung jawab terhadap barisannya. Ini patut kita apresiasi," ujar Yusran, dikutip dari situs resmi Pemerintah Kota Baubau melansir dari Tribunnewssultra.com, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: Pendaftar Tajemtra Sudah Tembus 11.958 Orang, Gerak jalan 30 Km dari Tanggul ke Jember
Baca juga: 3 Ton Sampah Gerak Jalan di Bondowoso Dibersihkan Kurang dari 1 Jam, Ini Rahasianya
Menyikapi kondisi Alif, Pemerintah Kota Baubau berkomitmen memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikannya.
Yusran menginstruksikan agar Alif diusulkan mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Baubau.
Selain beasiswa, pemerintah juga akan mengupayakan bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), mengingat Alif kini telah kehilangan salah satu orang tuanya.
Yusran berharap anak-anak almarhumah tetap melanjutkan pendidikan dan tidak kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
"Harapan saya, anak-anak almarhumah tetap melanjutkan pendidikan. Pemerintah akan berupaya membantu melalui beasiswa pendidikan sehingga mereka tetap bisa sekolah dan mengejar cita-citanya," katanya.
Sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan keteladanan yang ditunjukkan Alif, Pemkot Baubau juga akan mengundangnya menghadiri malam resepsi kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Pantai Kamali, Kota Baubau, pada Senin malam (17/8/2026).
Kisah Alif ini mendapat perhatian publik se Indonesia.
Namanya kini tengah diperbincangkan usai tetap mengikuti Gerak Jalan Indah Kota Baubau.
Bahkan dirinya menyelesaikan tugas tersebut tanpa mengeluh.
Padahal, Alif tengah dalam situasi yang sulit usai kehilangan ibunya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com