61 Mahasiswa UMY KKN di NTT Saat Gempa Bermagnitudo 7,7 Guncang Flores, Sempat Lari ke Bukit
Hari Susmayanti August 17, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 61 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa itu menimbulkan kerusakan cukup parah dan memakan korban jiwa cukup banyak.

Beruntung, seluruh mahasiswa UMY yang tengah melaksanakan KKN tersebut dalam kondisi selamat.

Saat ini seluruh mahasiswa UMY yang tengah melaksanakan KKN di NTT sudah berada di lokasi yang aman.

Dikutip dari Kompas.com, Perwakilan mahasiswa KKN UMY, Didan Oktanova Hermawan memastikan seluruh rekannya dalam kondisi selamat.

Menurutnya, saat gempa susulan ketiga, seluruh rekan-rekannya berlari menyelamatkan diri ke arah bukti karena ada informasi potensi tsunami.

“Kondisi kelompok kami, alhamdulillah, aman. Terakhir saat gempa susulan ketiga, teman-teman sudah menyiapkan seluruh barang penting, lalu bersama-sama pergi ke bukit,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Awan melalui keterangannya, Minggu (16/8/2026). 

Adapun 61 mahasiswa UMY yang melaksanakan KKN di NTT ini tergabung dalam dua kelompok.

Rinciannya, Kelompok Gema Pelita Nusantara (GPN) beranggotakan 26 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kemudian kelompok Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) beranggotakan 35 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. 

Baca juga: PSIM Yogyakarta Ambil Keputusan Mengejutkan, Kapten Musim Lalu Reva Adi Dipinjamkan ke Borneo FC

Seluruh mahasiswa KKN UMY saat ini berada di tenda pengungsian dengan pendampingan dari Dosen pembimbing lapangan (DPL).

Bersama mahasiswa, DPL juga terlibat membantu proses evakuasi warga menuju lokasi yang lebih aman.

Awan mengatakan belum ada pembahasan internal di kelompoknya mengenai kelanjutan program KKN.

Saat ini pihaknya masih fokus untuk membantu memenuhi kebutuhan di tenda pengungsian sembari menunggu arahan lebih lanjut dari DPL dan pihak universitas.

“Kami masih fokus dengan kondisi di pengungsian dan menunggu arahan lebih lanjut dari DPL maupun kampus,” ujarnya.

Respon Cepat Pihak Kampus

Pihak kampus saat ini masih terus melakukan pemantauan kondisi para mahasiswa yang berada di NTT.

Pihak kampus masih melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi di lapangan untuk menentukan langkah apa yang akan diambil pascakejadian ini.

Adapun assesmen dilaksanakan oleh tim dari Direktorat Riset dan Pengabdian.

Perwakilan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY Al-Afik mengatakan, pihak universitas telah meminta DPL melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi di lapangan. 

Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar bagi UMY untuk menentukan apakah mahasiswa dapat tetap berada di lokasi dan melanjutkan kegiatan KKN sebagai bagian dari upaya penanganan pascabencana atau perlu dipulangkan ke Yogyakarta.

“Kalau tidak memungkinkan dari kondisi di lapangan, mahasiswa akan kami tarik. Namun, akan diasesmen terlebih dahulu apakah mereka bisa tetap menjadi bagian dari penanganan di lokasi,” kata dia.

UMY, kata Afik, memprioritaskan keselamatan mahasiswa dalam menentukan langkah selanjutnya.

Kampus akan mempertimbangkan kondisi lapangan dan hasil asesmen DPL sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.