Pakaian Adat & Panggung Kebhinekaan Warga Desa Godong di Jombang Rayakan HUT ke- 81 Kemerdekaan RI
Alga W August 17, 2026 01:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pagi di Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Senin (17/8/2026), terasa berbeda.

Jalan desa yang biasanya menjadi ruang aktivitas warga dan sentra UMKM, mendadak dipenuhi ratusan orang dengan pakaian penuh warna.

Baca juga: Pengendara di Ringin Contong Jombang Diminta Berhenti 5 Menit Peringati Detik-Detik Proklamasi

Ada yang mengenakan pakaian adat, ada pula yang tampil dengan kostum kreasi.

Mereka datang bukan sekadar untuk mengikuti upacara bendera, tetapi membawa semangat kebersamaan dari lingkungan masing-masing.

Sebanyak hampir 300 warga dari 28 RT berkumpul di ruas jalan desa untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setiap RT mengirimkan sekitar 10 perwakilan dengan penampilan yang mencerminkan keberagaman Indonesia.

Pemandangan ini menjadi semakin menarik karena upacara kemerdekaan kali ini merupakan kegiatan perdana yang digelar secara bersama-sama di tingkat Desa Godong.

Tidak ada panggung megah, tidak pula gedung khusus yang menjadi lokasi upacara.

Jalan desa justru dipilih sebagai tempat warga menundukkan kepala, mengikuti pengibaran Merah Putih, dan kembali mengingat arti kemerdekaan.

Di antara barisan peserta, pakaian adat dan kostum kebhinekaan menjadi simbol sederhana tentang keberagaman yang hidup di tengah masyarakat.

Anggota DPRD Jombang dari Fraksi Partai Golkar, Andik Basuki Rahmat, yang hadir dalam kegiatan tersebut, melihat antusiasme warga sebagai bagian penting dari upaya menjaga semangat nasionalisme.

Menurutnya, peringatan HUT RI seharusnya tidak berhenti pada seremoni.

Momentum kemerdekaan perlu menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

"Pagi hari ini kita sengaja mengadakan upacara bendera dalam rangka HUT RI ke-81 dengan mengusung tema 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur'. Ini untuk memberikan rasa cinta tanah air agar rasa nasionalisme warga semakin tumbuh," ucap Andik secara terpisah kepada TribunJatim.com usai kegiatan. 

Dari kegiatan sederhana di jalan desa tersebut, semangat kebersamaan terlihat begitu kuat.

Seluruh 28 RT ikut ambil bagian, tidak ada lingkungan yang ingin absen dalam perayaan yang baru pertama kali digelar tersebut.

Bagi Andik, keterlibatan masyarakat secara sukarela menjadi modal penting dalam membangun desa.

Ketika warga memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan dan daerahnya, partisipasi dalam pembangunan juga diharapkan tumbuh secara alami.

"Kesadaran nasionalisme dan kebersamaan ini nantinya akan membantu kita membangun desa, mewujudkan rasa keadilan yang merata serta kesejahteraan yang bisa dirasakan seluruh masyarakat," katanya melanjutkan. 

Baca juga: Upacara Kemerdekaan di Kota Kediri Libatkan Pemulung hingga Petani, Digelar di Tengah Hamparan Sawah

Kemeriahan tidak berhenti ketika upacara selesai, panitia menyiapkan penilaian kostum kebhinekaan dari masing-masing RT.

Penampilan warga menjadi bagian dari rangkaian perayaan untuk melihat kreativitas sekaligus kekompakan setiap lingkungan.

Lima RT dengan penampilan terbaik nantinya akan mendapatkan apresiasi.

Pengumuman pemenang dijadwalkan bersamaan dengan pengajian akbar di Desa Godong pada 28 Agustus mendatang.

Konsep perayaan seperti ini membuat HUT RI di Godong terasa lebih dekat dengan kehidupan warga.

Jalan yang biasanya menjadi tempat berlalu-lalang dan aktivitas ekonomi, untuk sementara berubah menjadi ruang bersama untuk merayakan kemerdekaan.

Di sana, perbedaan pakaian justru menjadi satu kesatuan.

Beragam kostum yang dikenakan warga memperlihatkan bahwa kebhinekaan tidak selalu harus dibicarakan dalam forum besar, tapu bisa hadir dari lingkungan paling sederhana, bahkan dari sebuah jalan desa.

Bagi warga Godong, merah putih pagi itu bukan hanya berkibar di ujung tiang.

Semangat kemerdekaan juga hadir dalam langkah mereka, keberanian mengenakan kostum berbeda, dan kemauan untuk berdiri bersama sebagai satu warga desa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.