TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Kendari meluruskan informasi yang beredar terkait kecelakaan pengendara motor berboncengan tiga di kawasan pusat ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Satlantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, menegaskan pelaku balapan liar tersebut jatuh usai menabrak dua warga sekitar, bukan akibat ditendang oleh petugas yang menertibkan aksi tersebut.
Peristiwa ini berawal dari keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan maraknya aktivitas balapan liar, Minggu (16/8/2026).
Balapan ini berlangsung di Jalan Drs H Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, tepatnya di sekitar area pedestrian eks MTQ Kendari.
"Awalnya Tim Pos Jaga Balai Kota Kendari menerima keluhan dari masyarakat sekitar kawasan pedestrian eks MTQ terkait adanya aktivitas balapan liar,” jelas AKP Kevin, Senin (17/8/2026).
Menindaklanjuti laporan warga, petugas mendatangi lokasi dan mendapati kelompok pemuda telah memblokade akses Jalan Drs H Abdullah Silondae untuk balapan.
Aksi nekat ini mengganggu akses pengguna jalan lain serta membahayakan keselamatan masyarakat yang sedang bersantai menikmati suasana malam di area pedestrian.
Baca juga: Video Viral Polantas Kendari Tendang Motor Melaju Kencang Boncengan 3 hingga Terjatuh
Saat petugas mencoba membubarkan barikade, salah satu pengendara balapan liar melakukan perlawanan.
Ketika hendak diamankan, bersama warga salah satu pengendara justru nekat menancap gas menerobos barisan petugas hingga berujung kecelakaan.
“Perlu kami luruskan, sesaat sebelum motor tersebut mengalami kecelakaan petugas telah memberi imbauan agar memperlambat laju kendaraan," ujarnya.
"Namun pengendara tersebut tidak menghiraukan imbauan petugas, justru memacu laju kendaraan dengan kencang, sehingga berbenturan dengan petugas dan menabrak dua orang pejalan kaki,” jelas AKP Kevin.
Dua warga yang menjadi korban penabrakan sempat akan dievakuasi oleh personel Sat Lantas ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.
Namun, karena korban menolak perawatan medis di rumah sakit, sehingga petugas membawa korban ke pos jaga guna memberikan penanganan pertama pasca kecelakaan.
Sementara itu, satu sepeda motor terlibat kecelakaan tersebut telah diamankan di Pos Lalu Lintas di Balai Kota Kendari.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak melakukan aksi balap liar yang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran lalu lintas demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama di Kota Kendari,” tutup AKP Kevin.
Sosok dalam video tersebut mengenakan rompi polisi lalu lintas ( polantas).
Tampak dalam video viral tersebut, lokasi kejadiannya di depan Kantor Kejaksaan Negeri atau Kejari Kendari.
Lokasinya di Jl Drs H Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, kawasan pusat kota di sekitar eks MTQ.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Kendari, AKP Kevin, yang dikonfirmasi wartawan TribunnewsSultra.com, Minggu (16/08/2026) malam, belum merespon.
Dalam video viral tersebut sejumlah petugas berada di lokasi kejadian.
Sementara, pengendara motor kocar-kacir melajukan kendaraannya.
Demikian pula sejumlah warga tak bermotor di sisi jalan.
Diduga menyaksikan aksi balap liar yang kerap berlangsung di kawasan ini pada dinihari.
Seorang polisi berdiri di tengah jalan, berupaya mencegat pemotor yang melaju kencang.
Salah satu di antaranya berhasil meloloskan diri dari adangan sang aparat.
Namun, naas pengendara selanjutnya ditendang sang polantas.
Pengendara motor dan 2 boncengannya pun terjatuh ke aspal.
Polisi itupun berlari mendekati pemotor yang terjatuh, terlihat menendangnya.
Dua polisi berseragam lainnya pun datang.
Salah satunya mengamankan seorang pemuda.
Sementara, dua pemuda lainnya masih tergeletak di aspal, kondisinya masih bergerak.
Belum diketahui kronologi dan penyebab pasti kejadian dalam video viral tersebut.
Namun, seorang warga membenarkan insiden dalam video tersebut.
Kejadiannya berlangsung Minggu (16/08/2026) dinihari sekitar pukul 03.00 Wita.
Salah satu saksi mengenali satu pemuda berinisial F.
Dia mengalami luka ringan usai sepeda motor yang ditumpanginya terjungkal ditendang petugas.
“Dia keseleo pada lengan tangan sebelah kiri,” ujarnya, Minggu (16/8/2026). (*)
(TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)