TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, meminta masyarakat Aceh untuk kembali menjaga ketenangan.
Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya insiden bentrokan antara warga dan aparat keamanan terkait penurunan bendera merah putih dalam momen Hari Damai Aceh.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Percepat Penyelesaian UU Otonomi Khusus Usai Hari Damai Aceh Ricuh
"Mudah-mudahan suasana di Aceh sudah, kondusif dan, semua pihak menjaga ketenangan, ketentraman, dan kedamaian. Dan kita menghormati semua elemen masyarakat Aceh yang sama-sama mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Yusril di sela-sela kegiatan menghadiri upacara peringatan HUT Ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (17/8/2026).
Pemerintah, kata Yusril, menaruh perhatian agar gesekan di lapangan tidak merusak perdamaian yang telah lama terbangun. Ia memastikan pemerintah akan mengatasi berbagai kekurangan yang ada di Aceh.
“Dan tentu juga, kita akan bekerja bersama-sama mengatasi berbagai kekurangan yang terdapat di dalam masyarakat yang menjadi tugas kita bersama untuk perbaiki keadaan,” pungkasnya.
Baca juga: Menko Polkam Minta Dinamika Aceh-Papua Tak Picu Konflik, Aspirasi Damai Tetap Dijamin
Sebagai informasi, kericuhan ini pecah bertepatan dengan momentum peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada Sabtu (15/8/2026)
Situasi memanas ketika masyarakat sipil memaksa menurunkan bendera kebangsaan Indonesia dan menggantinya dengan bendera Bulan Bintang yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang memicu bentrokan fisik dengan aparat keamanan yang berjaga.