Kepala Bakesbangpol Ungkap Fakta 10 Hari Krusial Penggemblengan 54 Paskibraka Jambi
asto s August 17, 2026 02:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi Ismet Wijaya membeberkan sejumlah program dan persoalan yang menjadi perhatian Kesbangpol pada 2206.

Ada persiapan Paskibraka, pembinaan organisasi kemasyarakatan (ormas), pendidikan politik hingga penyaluran bantuan keuangan bagi partai politik.

Dalam perbincangan bersama Jurnalis Tribun Jambi Jariyanto dalam program Mojok Tribun Jambi, Ismet menjelaskan persiapan Paskibraka Jambi untuk Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, termasuk pola pembinaan yang hanya berlangsung 10 hari.

Berikut petikan wawancara Jurnalis Tribun Jambi Jariyanto dengan Kepala Bakesbangpol Provinsi Jambi Ismet Wijaya:

Bagaimana progres persiapan Paskibraka Provinsi Jambi untuk HUT ke-81 Kemerdekaan RI?

Ismet Wijaya: Sampai 10 Agustus 2026, beberapa rangkaian kegiatan HUT RI tingkat Provinsi Jambi sudah berjalan. Kesbangpol menjadi salah satu OPD sentral, khususnya dalam pembentukan Paskibraka Provinsi Jambi.

Calon Paskibraka sudah kami terima pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Mereka kemudian menjalani karantina dan pemusatan latihan di salah satu hotel di Kota Jambi yang memiliki area cukup luas untuk latihan.

Jumlahnya 54 orang, terdiri dari 26 putra dan 28 putri. Selain itu, ada satu peleton Polri untuk pengibaran bendera pada pagi hari dan satu peleton TNI untuk penurunan bendera pada sore hari.

Seperti apa pola latihan mereka?

Ismet Wijaya: Latihannya sangat intensif. Mulai pukul 05.00 hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Pagi sampai sore latihan baris-berbaris, pembentukan formasi, sikap dan tata cara sesuai peraturan baris-berbaris.

Malam hari mereka mendapat pembekalan dari OPD terkait dan instansi yang memiliki kompetensi dalam pembinaan Paskibraka.

Waktu pembinaan hanya 10 hari. Apakah itu cukup?

Ismet Wijaya: Idealnya 14 hari. Karena pertimbangan efisiensi, tahun ini kami padatkan menjadi 10 hari. Selama 10 hari itu mereka dilatih dan dibina secara intensif, mulai karakter, sikap, tindak-tanduk hingga kemampuan intelektual.

Apa yang sebenarnya ingin ditanamkan melalui pemusatan latihan Paskibraka?

Ismet Wijaya: Pemusatan latihan ini bukan sekadar menyiapkan mereka untuk mengibarkan bendera. Ini menjadi proses pembentukan karakter.

Kami ingin mereka memiliki wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, memahami ideologi Pancasila, memahami keberagaman suku dan agama, serta memiliki rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka memang sudah mendapatkan pendidikan itu di sekolah. Namun, pemusatan latihan Paskibraka memberikan pengalaman yang berbeda karena selama 24 jam kehidupan mereka diatur, mulai bangun tidur hingga kembali tidur.

Mereka juga bertemu teman-teman dari berbagai kabupaten dan kota dengan latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan sekolah yang berbeda. Pengalaman itu yang kami harapkan membekas.

Seberapa besar keterlibatan Purna Paskibraka Indonesia dalam pembinaan?

Ismet Wijaya: Sangat besar. Senior-senior Purna Paskibraka Indonesia memiliki dorongan kuat agar adik-adiknya mampu menjalankan tugas dengan baik.

Mereka merasa punya tanggung jawab moral agar pengibaran dan penurunan bendera berjalan sukses dan sempurna. Kami melibatkan mereka yang memang memiliki kemampuan dan masih memiliki semangat sebagai senior.

Mereka bahkan bisa meninggalkan sementara tugas-tugas lain untuk membantu membina adik-adiknya.

Selain Paskibraka, apa program Kesbangpol dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI?

Ismet Wijaya: Salah satunya Gerakan Pengibaran Bendera Merah Putih. Program ini sudah berjalan sekitar lima tahun terakhir berdasarkan arahan Kementerian Dalam Negeri.

Kami sudah menyurati OPD, pihak swasta dan instansi vertikal di Provinsi Jambi untuk ikut menyumbangkan bendera Merah Putih berukuran 120 x 80 sentimeter, masing-masing minimal 30 buah.

Bendera-bendera itu akan dihimpun di Kesbangpol dan kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Kapan pembagian bendera itu dilakukan?

Ismet Wijaya: Pada 15 Agustus sore ada kegiatan Gebyar Mahardika. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan serta panitia Gerakan Pengibaran Bendera Merah Putih Provinsi Jambi.

Kami akan melakukan kirab atau karnaval sekaligus membagikan bendera di lokasi keramaian dan sepanjang rute kegiatan.

Di mana rutenya?

Ismet Wijaya: Start dari Taman Putri Pinang Masak dan berakhir di kawasan Jembatan Gentala Arasy. Kegiatan melibatkan OPD, organisasi kepemudaan, sekolah dan organisasi kemasyarakatan.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB hingga sebelum Magrib. Gubernur Jambi juga akan terlibat dan menunggu di lokasi finis.

Apa imbauan kepada masyarakat untuk menyambut HUT RI?

Ismet Wijaya: Kami mengimbau masyarakat melalui pemerintah kabupaten dan kota, kecamatan, lurah, kepala desa hingga RT untuk memasang bendera Merah Putih di rumah masing-masing.

Kami juga meminta kantor dan tempat usaha memasang umbul-umbul serta spanduk yang telah disiapkan.

Namun, kami juga mengimbau agar perayaan HUT RI dilakukan secara sederhana. Kondisi negara saat ini harus menjadi perhatian. Jangan sampai perayaan justru membebani masyarakat dan dilakukan secara berlebihan. (Tribun Jambi/Asto)

Baca juga: Eks Kepala SMAN 6 Tanjabtim Kamsiah Segera Hadapi Tuntutan, Sidang Digelar Kamis

Baca juga: Kuala Tungkal Diguyur Hujan, Ratusan Peserta Khidmat Ikuti Upacara HUT ke-81 RI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.