TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL — Keberadaan Kawasan Industri Kendal KIK terbukti efektif menekan angka keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Kendal secara signifikan pada tahun 2026.
Memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, manajemen KIK mendorong para pelajar tingkat SLTA dan SMK setempat untuk langsung bergabung ke ekosistem industri nasional tersebut.
Direktur KIK, Didik Purbadi, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif generasi muda sangat penting untuk memaksimalkan program link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja.
"Momentum upacara HUT RI ke-81 ini kita manfaatkan untuk mendorong generasi muda, khususnya pelajar SMK, agar semakin mengenal dunia industri dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja," ujar Didik di Kendal, Senin (17/8/2026).
Langkah penyerapan tenaga kerja lokal ini berdampak langsung pada penurunan tren warga yang memilih bekerja di luar negeri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kendal, Cicik Sulastri, mencatat jumlah PMI asal Kendal hingga semester kedua 2026 menyusut menjadi 1.500 orang, turun drastis dari tahun sebelumnya yang mencapai 3.500 orang.
Baca juga: Tenggelamkan Badan Hingga Dada, Warga dan Nelayan Pesisir Jepara Kibarkan Merah Putih di Tengah Laut
Prioritas Tenaga Kerja Daerah dan Pelatihan Kerja
Penurunan angka penempatan migran ini tidak lepas dari kebijakan KEK Kendal yang memprioritaskan warga lokal untuk mengisi berbagai posisi di puluhan pabrik yang beroperasi.
Pemerintah daerah bersama pihak pengelola industri juga rutin menggelar pelatihan vokasi guna memastikan para lulusan sekolah memiliki kompetensi sesuai standar industri.
"Saat ini peluang untuk kerja di Kendal sudah cukup tinggi, apalagi sekarang ada prioritas untuk tenaga kerja lokal. Kami juga ada pelatihan dan kerja sama langsung dengan perusahaan-perusahaan di KIK," ungkap Cicik.
Kawasan Tahap Pertama Penuh, KEK Kendal Bersiap Ekspansi Tahap II
Seiring pesatnya penyerapan tenaga kerja, aktivitas investasi di kawasan ini menunjukkan pertumbuhan masif. Direktur Eksekutif KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengungkapkan bahwa lahan tahap pertama seluas 1.000 hektare kini sudah hampir habis terisi.
Oleh karena itu, pihaknya bersiap melakukan ekspansi perluasan tahap kedua seluas 1,2 hektar.
Baca juga: Gunung Slamet Tertutup Kabut, Warga Kemutug Lor Tetap Meriahkan HUT RI
Hingga pertengahan 2026, tercatat sebanyak 143 perusahaan telah bergabung di kawasan ekonomi khusus ini, dengan 62 perusahaan sudah beroperasi penuh dan 31 lainnya dalam tahap konstruksi.
"Target kami hingga akhir tahun 2026 ada 80 perusahaan yang beroperasi. Kami tidak hanya melihat jumlah perusahaannya, tetapi keberlanjutan ekosistem industrinya," jelas Juliani.
Sejumlah investor berskala global dipastikan segera membangun fasilitas produksi di area Kawasan Industri Kendal KIK. Di antaranya adalah produsen pakaian olahraga multinasional yang sebelumnya berpusat di Vietnam, serta beberapa perusahaan manufaktur sektor otomotif dan pengemasan (packaging) yang mulai membangun pabrik pada Agustus hingga September 2026.(ags)